Jakarta, mu4.co.id – Selat Hormuz akhirnya dibuka penuh untuk lalu lintas kapal komersial. Keputusan itu diambil di tengah gencatan senjata antara Israel dan Lebanon.
Sebelumnya, Israel dan Lebanon sepakat gencatan senjata selama 10 hari yang dimulai pada Kamis, (16/04/2026), pukul 17.00 waktu setempat. Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi pun menegaskan bahwa jalur pelayaran vital tersebut kini kembali dapat dilalui secara normal, meskipun dengan sejumlah ketentuan teknis.
“Sejalan dengan gencatan senjata di Lebanon, jalur bagi seluruh kapal komersial melalui Selat Hormuz dinyatakan sepenuhnya terbuka untuk sisa periode gencatan senjata,” kata Araghchi dalam unggahan di media sosialnya, Jumat (17/04/2026).
Meski demikian, ia menambahkan bahwa kapal-kapal tetap harus mengikuti jalur khusus yang telah ditentukan otoritas maritim Iran. Kapal diwajibkan melintas melalui “jalur terkoordinasi” guna memastikan keamanan dan kelancaran navigasi selama masa gencatan senjata berlangsung.
Baca juga: Di Tengah Memanasnya Konflik Hizbullah, Israel-Lebanon Sepakat Gencatan Senjata 10 Hari
Langkah itupun turut disambut baik oleh Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump. Ia secara terbuka menyampaikan apresiasinya terhadap keputusan Teheran tersebut. Di samping itu, langkah itu juga langsung mengguncang pasar energi global dan memicu penurunan tajam harga minyak. Diketahui harga minyak dunia anjlok lebih dari 11% setelah pengumuman tersebut, mencerminkan ekspektasi pasar terhadap pulihnya arus pasokan energi dari kawasan Teluk.
Sebelumnya menutup Selat Hormuz sebagai cara untuk menekan AS dan Israel yang sudah menggempur habis-habisan negara tersebut sejak 28 Februari, yang membuat sejumlah negara khawatir akan krisis bahan bakar minyak dan harga yang melonjak.
Situasi di Selat Hormuz kian mengkhawatirkan setelah Amerika Serikat turut memblokade kapal-kapal Iran menyusul kegagalan negosiasi di antara kedua pihak itu.
Kabar terakhir selat Hormuz ditutup kembali: Militer Iran dilaporkan menutup kembali Selat Hormuz pada Sabtu, 18 April 2026, hanya berselang beberapa jam setelah jalur tersebut sempat dibuka. Di tengah ketidakpastian situasi dan penutupan ulang tersebut, dilaporkan bahwa delapan kapal tanker sempat lolos atau berhasil melewati Selat Hormuz.
(cnbcindonesia.com)













