Media Utama Terpercaya

6 Agustus 2026, 19:31
Search

Cadangan Devisa Indonesia Turun Jadi US$145 Miliar, BI Pastikan Masih Aman

Facebook
X
WhatsApp
Telegram
Pjs Gubernur Bank Indonesia [BI] Destry Damayanti
Pjs Gubernur Bank Indonesia [BI] Destry Damayanti. [Foto: Media Asuransi News]

Jakarta, mu4.co.id – Pjs Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti menyatakan penurunan cadangan devisa Indonesia menjadi US$145 miliar pada akhir Juni 2026 yang dipengaruhi kebutuhan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah serta pembayaran utang luar negeri pemerintah. 

Meski turun sekitar US$11 miliar dari posisi US$156,5 miliar pada akhir Desember 2025, Destry menegaskan cadangan devisa tersebut masih berada pada level yang aman.

Baca Juga: Indonesia Jadi Negara Pertama di Dunia Terapkan B50, Hemat Devisa Rp157 Triliun

“Sekarang US$ 145 miliar jadi teman-teman bisa bayangkan itulah kurang lebih, termasuk itu untuk stabilitas dan pembayaran utang luar negeri, khususnya dari pemerintah karena pemerintah juga ada di BI. Jadi angka US$ 145 miliar masih relatif aman,” jelas Destry dikutip dari CNBC, Kamis (6/8).

Destry menegaskan posisi cadangan devisa tersebut masih tergolong aman karena mampu membiayai 5,4 bulan impor, jauh di atas standar kecukupan internasional yang berada pada kisaran tiga bulan impor dan pembayaran utang luar negeri.

Ia juga menjelaskan cadangan devisa berperan penting dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian ekonomi global. Karena itu, BI akan terus memperkuat kebijakan moneter dan menjaga stabilitas sektor eksternal agar cadangan devisa tetap memadai untuk menopang ketahanan ekonomi nasional.

(CNBC, Kompas)

[post-views]
Selaras