Jakarta, mu4.co.id – Badan Gizi Nasional (BGN), tengah menyiapkan dan mengembangkan aplikasi penilaian terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang ditujukan untuk kepala satuan pendidikan atau kepala sekolah dan guru.
Kepala BGN, Sudaryono menilai pengembangan aplikasi tersebut bertujuan untuk mempermudah proses pemantauan MBG. Pihaknya ingin mengetahui tingkat kepuasan konsumen MBG melalui aplikasi ini. Ia menekankan peserta didik adalah konsumen yang harus menerima MBG dengan kualitas baik.
“Nantinya kami itu akan memberikan semacam aplikasi kepada Bapak-Ibu kepala sekolah untuk kemudian, semacam seperti di ojek online, Bapak-Ibu guru itu bisa ngasih bintang, bisa ngasih catatan terhadap si dapur itu. Ini lagi kita kembangkan. Sekarang ini kami sudah mengembangkan semacam aplikasi kurir MBG, di mana MBG yang dikirim ke sekolah itu pada saat serah terima itu ada prosesnya, sehingga kita bisa memonitor. Tentu saja kami perlu waktu, mungkin 1-3 minggu ini,” kata Sudaryono, Rabu (16/09/2026).
Melalui aplikasi ini, kepala sekolah bisa memberikan penilaian terhadap pelayanan dapur MBG yang menjadi mitra sekolah. Penilaian bisa berkaitan dengan menu hingga masalah waktu pengantaran. Aplikasi ini masih dalam tahap pengembangan dan BGN memerlukan waktu 1-3 minggu ke depan. “Apakah menunya jelek, apakah suka terlambat dan lain sebagainya, itu bisa kemudian diberi bintang, kemudian dikasih catatan ya,” tambahnya.
Baca juga: BGN Buka 3 PO Box Aduan, Pengawasan Program MBG Diperkuat
Di samping itu, Sudaryono juga meminta agar kepala sekolah agar tidak segan untuk melaporkan setiap kesalahan dan kecurangan yang dilakukan dapur SPPG kepada BGN. Ia mengakui memang ada dapur SPPG yang tidak melakukan perbaikan setelah mendapat teguran sekolah.
“Saya minta dan saya mohon kepada Bapak Ibu Kepala Sekolah untuk tidak segan-segan melaporkan itu kepada kami, karena kadang-kadang kalau ngomong sama dapur SPPG-nya sudah dibilangin Bapak Ibu guru, Bapak Ibu kepala sekolah engga bisa nutup dapur, maka mereka tidak mengindahkan itu. Maka harus dilaporkan ke saya,” tegasnya.
Tak hanya itu, laporan juga bisa langsung disampaikan ke BGN dengan ditembuskan langsung ke Sudaryono. melalui email melalui saluran_gurupicMBG@bgn.go.id. BGN juga akan menyiapkan saluran WhatsApp khusus agar komunikasi antara pemerintah dan kepala sekolah serta guru bisa terjalin dengan baik.
“Untuk kemudian bisa memberikan feedback manakala di dapur-dapur yang melayani sekolah Bapak-Ibu pimpin ini itu kemudian apakah bagus, enggak bagus, kurang bagus, menunya ini dan lain sebagainya bisa kami dapatkan,” bebernya.
“Dapur itu memang tidak takut ya sama kepala sekolah, tapi dapur itu takutnya dengan BGN. Maka izinkan kami itu kemudian bisa ter-connect dengan semua kepala sekolah yang ada di seluruh Indonesia, sehingga nanti manakala ada hal-hal komplain, masalah keluhan, dan lain sebagainya bisa kami follow up,” pungkasnya.
(detik.com)












