Media Utama Terpercaya

14 April 2026, 11:33
Search

Banjarbaru Gencarkan Kampanye Berhenti Merokok di  Sekolah, Wujudkan Generasi Bebas Asap Rokok

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Print
Banjarbaru Gencarkan Kampanye Berhenti Merokok di Sekolah
Banjarbaru Gencarkan Kampanye Berhenti Merokok di Sekolah [Foto: Media Center Banjarbaru]

Banjarbaru, mu4.co.id – Pemerintah Kota Banjarbaru menggelar edukasi kesehatan mengenai “Kampanye Berhenti Merokok” yang menyasar pelajar di sejumlah sekolah di Kota Banjarbaru yaitu, di SMK PGRI, SMAN 5 Banjarbaru dan SMPN 5 Banjarbaru, Senin (13/04/2026).

Kegiatan tersebut masih dalam rangka menyemarakkan peringatan Hari Jadi ke-27 Kota Banjarbaru. Masing-masing sekolah menyambut kampanye ini dengan antusiasme yang tinggi, menunjukkan kesiapan para siswa untuk menghindari rokok dan vape. Salah satu titik utama pelaksanaan kegiatan di SMK PGRI Banjarbaru diikuti sekitar 300 siswa dengan antusias.

​Di setiap sekolah, selain menyampaikan materi edukasi kampanye “Generasi Bebas Asap Rokok”, rangkaian kegiatan juga diisi dengan pemeriksaan CKG dan proses skrining merokok bagi para pelajar. Langkah ini merupakan bentuk deteksi dini serta upaya preventif untuk melindungi generasi penerus dari bahaya paparan asap rokok, sejalan dengan visi Banjarbaru EMAS (Elok, Maju, Adil dan Sejahtera).​

Banjarbaru Gencarkan Kampanye Berhenti Merokok di Sekolah [Foto: Media Center Banjarbaru]

Baca juga: Semarak Hari Jadi ke-27, Banjarbaru Gelar Korvei Serentak dan Dorong Kesadaran Lingkungan

Narasumber utama, dr. Siti Ningsih, memaparkan secara komprehensif mengenai ancaman nyata dari kebiasaan merokok. Dalam pemaparannya, ia menegaskan bahwa merokok tidak hanya membahayakan kesehatan, tetapi juga dapat menghambat siswa dalam meraih cita-cita di masa depan.​

“Perokok aktif maupun pasif memiliki risiko tinggi yang sama terhadap berbagai masalah kesehatan serius, salah satunya adalah kanker paru. Selain itu, perlu dicatat bahwa tidak ada perbedaan bahaya antara rokok konvensional seperti rokok kretek dengan rokok elektrik atau vape. Keduanya sama-sama berbahaya dan harus dijauhi,” tegas dr. Siti Ningsih di hadapan para siswa.​

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa rokok mengandung berbagai zat beracun, diantaranya nikotin yang memicu rasa kecanduan, tar yang bersifat karsinogenik (pemicu kanker), serta karbon monoksida yang dapat mengganggu sirkulasi oksigen di dalam paru-paru.​Untuk itu, dr. Siti Ningsih mengimbau seluruh siswa agar tegas menjauhi rokok dan lingkungan para perokok.

“Upaya untuk berhenti merokok harus dimulai dengan tekad yang bulat. Sibukkanlah diri kalian dengan kegiatan yang bermanfaat, dan yang paling penting, harus berani mengatakan ‘TIDAK’ jika diajak atau ditawari rokok oleh siapa pun,” pesannya.

Kegiatan positif itupun mendapat sambutan yang sangat hangat dari pihak sekolah. Kepala SMK PGRI Banjarbaru, Setiawan, menyatakan apresiasinya dan kesiapan sekolah untuk terus bersinergi dengan sektor kesehatan di masa mendatang.​

“Kami sangat menyambut baik kegiatan edukasi seperti ini. Selama ini, pihak Puskesmas Banjarbaru Utara (BBU) sudah sangat luar biasa dalam menjalin kolaborasi dengan SMK PGRI, terutama terkait program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), Bagi Tablet Tambah Darah, dan program kesehatan lainnya. Kami berharap, kolaborasi yang sudah terjalin dengan sangat baik ini dapat terus hadir ke hadapan demi kesehatan anak kami,” tutupnya.
(mediacenter.banjarbarukota.go.id)

[post-views]
Selaras