Riyadh, mu4.co.id – Otoritas penerbangan sipil Arab Saudi menyebut sebanyak 12 orang meninggal dunia dan lebih dari 300 lainnya luka-luka akibat serangan terbaru di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, Arab Saudi, Sabtu (10/10/2026).
Dari 12 korban yang tewas terdiri atas 4 warga negara Saudi, 2 warga Bangladesh, serta masing-masing 1 warga Palestina, Amerika Serikat, Mesir, Yordania, Suriah, dan Sudan. Otoritas Saudi belum menyebutkan pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Serangan tersebut diketahui menjadi yang paling mematikan di negara-negara Arab kawasan Teluk sejak perang Iran dimulai. Insiden ini juga meningkatkan kekhawatiran terhadap meluasnya konflik di kawasan Timur Tengah. Serangan tersebut merupakan salah satu dari serangkaian serangan terhadap Bandara Internasional King Khalid dalam sepekan terakhir.
Seorang pejabat regional mengatakan, sebuah rudal menghantam kompleks yang menampung Terminal 3 dan Terminal 4 untuk penerbangan domestik. Sebelumnya, kelompok Houthi di Yaman mengklaim serangan terhadap bandara yang sama pada awal pekan. Serangan tersebut menewaskan 3 warga Saudi, termasuk seorang pilot.
Baca juga: Houthi Bantah Tuduhan Arab Saudi Soal Serangan Kota Makkah
Otoritas penerbangan sipil Saudi juga sebelumnya mengumumkan penghentian operasional bandara untuk menilai tingkat kerusakan dan jumlah korban. Sejumlah penerbangan pun dialihkan ke bandara lain. Sementara itu, Amerika Serikat, Inggris, Jerman, Australia, dan Kanada mengeluarkan peringatan kepada warga negaranya agar menghindari bandara tersebut.
Termasuk Indonesia, yang telah mengeluarkan peringatan kepada warga negara Indonesia (WNI) melalui KBRI Riyadh. KBRI di Riyadh mengimbau WNI di Arab Saudi untuk meningkatkan kewaspadaan, menyusul situasi keamanan terkini.
KBRI secara khusus mengimbau WNI menghindari perjalanan yang tidak mendesak ke Bandara Internasional King Khalid. Sementara itu, WNI yang memiliki jadwal penerbangan diminta mengonfirmasi status penerbangan kepada maskapai masing-masing sebelum berangkat ke bandara. Selain itu, WNI diminta tetap berada di lokasi yang aman, mematuhi arahan otoritas setempat, serta memantau informasi resmi dari Pemerintah Arab Saudi, KBRI Riyadh, pengelola bandara, dan maskapai penerbangan.
Berdasarkan data situs pelacakan penerbangan FlightAware menunjukkan sedikitnya 291 penerbangan di Bandara Riyadh dibatalkan dalam 24 jam terakhir.
Seperti dikutip dari Associated Press, dua pejabat regional mengatakan bahwa serangan Houthi terhadap Bandara Riyadh pada Kamis (08/10/2026) merusak tiga pesawat. Maskapai nasional Saudi juga menyatakan salah satu pesawatnya mengalami kerusakan ketika berada di darat, tanpa penumpang di dalamnya.
(kompas.tv)















