Media Utama Terpercaya

27 Mei 2026, 07:45
Search

Bandara Kertajati Ditawarkan Oleh AS Jadi Bengkel Pesawat Hercules. Bakal Jadi Pangkalan Militer AS?

Facebook
X
WhatsApp
Telegram
Bandara Kertajati dan Pesawat Hercules
Ilustrasi Bandara Kertajati dan Pesawat Hercules. [Foto: AI/mu4.co.id]

Jawa Barat, mu4.co.id – Pemerintah Indonesia tengah menjajaki pengembangan Bandara Kertajati, Jawa Barat, sebagai pusat Maintenance, Repair and Overhaul (MRO) pesawat angkut berat C-130 Hercules untuk kawasan Asia. Rencana tersebut muncul setelah adanya tawaran langsung dari Menteri Perang Amerika Serikat Pete Hegseth kepada pemerintah Indonesia.

Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin mengungkapkan tawaran itu saat rapat kerja bersama Komisi I DPR RI, Selasa (19/5/2026). Menurutnya, Amerika Serikat menawarkan agar seluruh pemeliharaan pesawat Hercules di kawasan Asia dipusatkan di Indonesia dengan dukungan pembiayaan dari pihak AS.

“Dia menawarkan, dan ini tidak ada di negara ASEAN. Dia menawarkan, ‘Bagaimana kalau pemeliharaan C-130 di seluruh Asia saya pusatkan di Indonesia atas biaya kami?’. Saya lapor (ke) Bapak Presiden, ‘kasih Kertajati’. Nah kita sedang bekerja untuk itu,” ujar Sjafrie dilansir dari kompas, Senin (25/5).

Tawaran tersebut kemudian dilaporkan kepada Presiden RI Prabowo Subianto. Pemerintah pun mulai mengarahkan Bandara Kertajati sebagai lokasi yang dipersiapkan untuk pengembangan pusat MRO tersebut.

Baca juga: Pecahkan Rekor! Pesawat Hercules Dapat Terbang Selama 26 Jam Lebih

Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait membenarkan bahwa saat ini terdapat penjajakan pengembangan kapasitas MRO Hercules/C-130 di Indonesia.

Menurut Rico, Bandara Kertajati dipilih karena memiliki lahan luas dan fasilitas penerbangan yang dinilai memadai untuk mendukung operasional pemeliharaan pesawat strategis.

“Diarahkan untuk mendukung Indonesia sebagai hub pemeliharaan Hercules di kawasan,” ucapnya.

Ia menegaskan, rencana tersebut merupakan bagian dari penguatan industri pertahanan dan kemampuan teknis aviasi nasional, bukan pembangunan pangkalan militer asing di Indonesia.

“Jadi ini lebih kepada pengembangan kemampuan teknis dan industri, bukan pembangunan pangkalan militer asing,” tegas Rico.

Baca juga: Bangga! Dua Bandara Indonesia Berhasil Masuk 100 Terbaik di Dunia, Apa Saja?

Rico menambahkan, seluruh proses pembahasan masih berada pada tahap awal dan tetap mengedepankan kepentingan nasional serta kedaulatan Indonesia.

Sementara itu, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memastikan Bandara Kertajati memiliki kapasitas lahan yang cukup untuk mendukung pembangunan fasilitas MRO pesawat Hercules.

Menurut Dudy, pengembangan kawasan Kertajati sebagai pusat MRO sebenarnya sudah mulai digagas sejak tahun lalu, termasuk untuk berbagai jenis armada penerbangan lainnya.

Salah satu proyek yang sedang dipersiapkan ialah pembangunan fasilitas MRO helikopter oleh PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMF).

Pemerintah berharap pengembangan fasilitas tersebut dapat memperkuat kemandirian industri pertahanan nasional sekaligus menjadikan Indonesia sebagai pusat layanan pemeliharaan pesawat strategis di kawasan Asia secara bertahap.

(Kompas, CNN Indonesia)

[post-views]
Selaras