Banjarbaru, mu4.co.id – Wakil Menteri Koordinator (Wamenko) Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq, turun langsung mengawal penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Mengingat krisis pasokan air yang kian mengkhawatirkan.
Hal ini berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang memprediksi puncak El Nino terjadi pada September 2026. Dimana kondisi iklim ekstrem ini menyebabkan penurunan debit air secara drastis, termasuk pada sumber andalan seperti Bendungan Riam Kanan, sehingga pembasahan lahan gambut harus dimaksimalkan sebelum pasokan air makin menipis.
Hanif menargetkan pemadaman api di kawasan lahan gambut tersebut dapat diselesaikan sepenuhnya dalam waktu dua minggu.
“Kita sangat berharap ini bisa kita selesaikan, mudah-mudahan dua minggu mengingat keterbatasan logistik air,” ujar Hanif usai memimpin apel penanganan karhutla di Pengayuan, Landasan Ulin, Banjarbaru, dikutip dari Kompas, Senin (24/8/2026).
Baca juga: Presiden Prabowo Tinjau Karhutla di Kalimantan, Ini Tindak Lanjut Penanganannya!
Selain memitigasi dampak cuaca, Hanif menegaskan bahwa aktivitas manusia menjadi penyebab utama munculnya titik api di Banjarbaru. Untuk itu, patroli pencegahan di titik-titik rawan bakal makin diperketat guna meminimalkan potensi kebakaran baru.
“Jadi ini pemicunya adalah iklim dan penyebabnya adalah manusia. Ini yang harus kita cegah dengan meningkatkan patroli,” pungkas Hanif.












