London, mu4.co.id – Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menerima penghargaan The Freedom of the City of London, diberikan dalam upacara yang dipimpin oleh Lord Mayor of London periode 2021–2022, Alderman Vincent Keaveny, di Guildhall, London, Inggris, Jumat (16/10/2026).
Dalam pidato singkat berbahasa Inggris seusai upacara, Anies mengaitkan penghargaan tersebut dengan gagasan mengenai republik yang selama ini ia sampaikan di Indonesia.
“Di negara saya, sepanjang hidup saya berpendapat bahwa republik bukanlah sebuah harapan. Republik adalah sebuah janji. Para pendiri bangsa kami tidak menulis ‘kami berharap. Mereka menulis ‘kami akan’: melindungi setiap warga negara, mencerdaskan setiap anak, menghadirkan kesejahteraan bagi semua. Janji adalah utang,” kata Anies.
Anies juga membandingkan London dan Jakarta sebagai dua kota majemuk yang menghadapi tantangan serupa dalam mengelola keberagaman. “Lebih dari tiga ratus bahasa dituturkan di London. Tujuh ratus bahasa dituturkan di Indonesia, dan sebagian besar bertemu di Jakarta. Kita sama-sama tahu bahwa kebinekaan adalah karunia Tuhan, dan persatuan adalah hasil kerja tangan manusia,” sambungnya.
Ia menegaskan akan memanfaatkan penghargaan Freedom of the City of London untuk membuka peluang bagi lebih banyak warga Indonesia melalui kerja sama antarkota. “Saya ingin memperlakukan Freedom ini sebagai pintu, bukan piala. Negara bernegosiasi, kota saling belajar. Melalui pintu ini saya berharap dapat mengajak para wali kota, insinyur, guru, dan anak-anak muda Indonesia ke sini, dan mengundang London ke Jakarta. Persahabatan Inggris dan Indonesia sudah tua. Persahabatan antarkota kita masih muda, dan justru itulah yang paling besar ruang tumbuhnya,” katanya.
Anies menutup pidatonya dengan menyampaikan kata merdeka dalam bahasa Indonesia. “Dalam bahasa saya, kata untuk freedom adalah merdeka. Itu kata yang diteriakkan bangsa Indonesia pada 1945, dan masih kata yang kami teriakkan saat kami paling Bahagia. Hari ini City of London memberikan kepada seorang Indonesia satu kata yang paling dicintai bangsanya. Saya akan berusaha pantas menerimanya. Merdeka,” lanjutnya.
Diketahui sebelumnya, Anies dinominasikan oleh Alderman Alastair King saat masih menjabat sebagai Lord Mayor of London bersama Alderman Gregory Jones KC. Nominasi tersebut disetujui Court of Common Council, badan tertinggi City of London Corporation, pada Juni 2025 lalu.
Dalam daftar penerima persetujuan nominasi yang sama, terdapat nama aktris peraih Oscar, Cate Blanchett, dan kapten tim rugbi Inggris, Maro Itoje. Adapun Freedom of the City of London sendiri merupakan salah satu tradisi sipil tertua di dunia yang masih berlangsung hingga saat ini. Tercatat sejak 1237, penghargaan ini awalnya diberikan untuk menandai status warga merdeka atau freeman yang memiliki hak untuk berdagang di London.
Pada 1835, akses untuk memperoleh status freeman diperluas, yang juga mencakup orang-orang yang tinggal atau bekerja di City of London maupun memiliki hubungan erat dengan London. Seiring waktu, penghargaan ini berkembang menjadi bentuk pengakuan bagi tokoh-tokoh yang dinilai memberikan kontribusi terhadap masyarakat.
City of London membedakan pemberian penghargaan ini ke dalam beberapa jalur, termasuk Honorary Freedom atau penghargaan kehormatan, serta pemberian melalui nominasi khusus dan undangan. Honorary Freedom merupakan penghargaan tertinggi yang dapat diberikan City of London. Penerimanya diundang oleh Court of Common Council untuk menerima penghargaan tersebut.
(kompas.com)












