Media Utama Terpercaya

27 Oktober 2026, 17:40
Search

Anak Menhaj Mundur Dari Jabatan Tenaga Ahli Kemenhaj 

Facebook
X
WhatsApp
Telegram
Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf
Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf [Foto : Kemenhaj]

Jakarta, mu4.co.id – Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak mengungkap dua putra Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf, Barbarossa Muhammad Farros dan Gibran Muhammad Fawwaz, resmi mundur dari jabatan tenaga ahli di Kementerian Haji dan Umrah. Surat pengunduran diri keduanya telah diterima pimpinan kementerian pada Senin (26/10).

“Hari ini (Senin) kami, saya dan Pak Menteri sudah terima pengunduran diri dua orang tenaga ahli yang Anda sebut-sebut. Jadi secara resmi hari ini dua orang yang disebut di berita… beliau berdua memutuskan untuk mengundurkan diri,” ungkap Dahnil dikutip dari CNN, Selasa (27/10).

Pengangkatan Barbarossa dan Gibran sebagai tenaga ahli sebelumnya menuai kritik publik karena keduanya merupakan putra Menteri Haji dan Umrah Gus Irfan. Sejumlah warganet menilai keputusan tersebut mengarah pada praktik nepotisme.

Dahnil menjelaskan pengunduran diri keduanya dilakukan untuk menjaga integritas kementerian sekaligus meredam polemik. Ia menegaskan komitmen kementerian yang baru dibentuk itu untuk menghindari nepotisme dan pelanggaran etika.

“Itu juga untuk menjawab komitmen kami di Kementerian Haji dan Umrah untuk menjaga, memastikan integritas tetap harus terjaga. Dan itu adalah komitmen Pak Menteri dan komitmen saya untuk memastikan Kementerian Haji dan Umrah itu harus bebas dari praktik-praktik yang tidak beretika, praktik-praktik yang manipulatif, koruptif, perilaku mafia dan sebagainya,” ucap Dahnil.

Baca Juga: Menhaj Gus Irfan Angkat Anaknya Jadi Tenaga Ahli di Kemenhaj. Begini Penjelasannya!

Dahnil menjelaskan keterlibatan kedua putra Gus Irfan berawal dari keterbatasan sumber daya manusia saat Badan Penyelenggara Haji (BP Haji) dibentuk pada akhir Oktober 2024. Saat itu, lembaga tersebut belum memiliki struktur organisasi, kantor, maupun staf administrasi.

Ia mengungkap pengangkatan tenaga ahli tersebut bermula dari kebutuhan kementerian pada masa awal pembentukan BP Haji. Saat itu, belum ada pihak yang bersedia membantu secara sukarela.

“Akhirnya salah duanya itu adalah anaknya Pak Menteri ikut membantu sejak awal, karena saya juga enggak ada yang membantu. Karena Badan Penyelenggara Haji itu hanya dua orang, yaitu Pak Menteri dan saya. Waktu itu mereka enggak bergaji,” jelasnya.

Sebelumnya, Menhaj Mochamad Irfan Yusuf menjelaskan kedua anaknya bersama sejumlah santri membantu pembentukan BP Haji secara sukarela selama tiga hingga empat bulan. Seiring perkembangan lembaga menjadi kementerian, beberapa di antaranya diangkat sebagai tenaga ahli karena dinilai memiliki kompetensi dan integritas.

Namun, menyikapi polemik yang berkembang, kedua anak Menhaj memilih mundur. Posisi yang kosong nantinya akan diisi personel baru sesuai arahan menteri.

(CNN)

[post-views]
Selaras