Media Utama Terpercaya

24 Oktober 2026, 23:58
Search

Antisipasi Kemarau Berkepanjangan Akibat El Nino, BNPB Siapkan Langkah Mitigasi

Facebook
X
WhatsApp
Telegram
El Nino
Ilustrasi El Nino. [Foto: Berita Satu]

Jakarta, mu4.co.id – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyiapkan langkah mitigasi untuk mengantisipasi kemungkinan mundurnya awal musim hujan hingga awal 2027 akibat fenomena El Nino yang sangat kuat.

“Kami terus memantau dan mengevaluasi setiap pemutakhiran data cuaca yang disampaikan BMKG terkait potensi kekeringan berkepanjangan,” ungkap Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan, dikutip dari MetroTv pada Sabtu (24/10).

Berton mengatakan BNPB bersama kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah menyiapkan langkah penanganan harian hingga mingguan untuk mengatasi kekeringan dan karhutla, termasuk melalui operasi modifikasi cuaca (OMC) guna meningkatkan peluang hujan.

Baca Juga: Fenomena Godzilla El Nino Ancam Kekeringan di Indonesia. Apa Itu Godzilla El Nino?

BNPB mencatat penanganan karhutla telah dilakukan di sejumlah wilayah prioritas, yakni Kalimantan Tengah seluas 7.938 hektare, Sumatra Selatan 5.194 hektare, Jambi 2.025 hektare, Kalimantan Selatan 1.974 hektare, dan Kalimantan Barat 1.290 hektare.

Selain menangani karhutla, BNPB bersama pemerintah daerah dan lembaga nirlaba terus menyalurkan bantuan air bersih. Kekeringan di Jawa Tengah dan DI Yogyakarta bahkan terjadi setelah 131 hari tanpa hujan atau lebih dari empat bulan.

Berton menegaskan, BNPB akan terus mengevaluasi kesiapsiagaan agar penanganan bencana dapat menyesuaikan kondisi di lapangan.

Baca Juga: Antisipasi Masuknya Puncak El Nino September 2026, Wamenko Pangan Targetkan Karhutla Banjarbaru Tuntas dalam Dua Pekan

“Kami akan melakukan evaluasi setiap saat untuk kesiapsiagaan dan mitigasi, termasuk menentukan langkah-langkah yang perlu dilakukan ke depan,” ucapnya.

Sebelumnya, Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menyebut El Nino telah mencapai kategori sangat kuat, dengan anomali suhu muka laut +2,63 derajat Celsius, dan diperkirakan bertahan hingga awal 2027. Akibatnya, awal musim hujan di 529 Zona Musim (ZOM) atau 61,08 persen daratan Indonesia diprediksi mundur. 

Hujan diperkirakan mulai turun bertahap pada November–Desember 2026, dengan puncaknya berlangsung hingga Februari 2027. Meski demikian, curah hujan di sebagian besar wilayah diperkirakan tetap normal, tetapi durasi musim hujan cenderung lebih pendek.

(Metro Tv)

[post-views]
Selaras