Media Utama Terpercaya

10 September 2026, 16:59
Search

Presiden Prabowo Ingin Seluruh Masyarakat Punya Rekening Bank, Ini Tujuannya!

Facebook
X
WhatsApp
Telegram
Presiden Prabowo Subianto
Presiden Prabowo Subianto. [Foto: Presiden RI]

Jakarta, mu4.co.id – Presiden Prabowo Subianto meminta seluruh masyarakat Indonesia memiliki rekening untuk memperluas akses terhadap layanan keuangan formal. Arahan tersebut disampaikan Prabowo dalam rapat di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (7/9).

Untuk merealisasikannya, pemerintah menugaskan BRI dan Bank Syariah Indonesia (BSI) menyiapkan rekening bagi masyarakat.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan kebijakan ini juga bertujuan memperluas inklusi keuangan dan mendukung penyaluran berbagai program pemerintah.

Airlangga juga menyebut program tersebut akan menggunakan data kependudukan dari Dukcapil sebagai dasar. Data itu kemudian akan dipadankan dengan sistem Bank Indonesia dalam ekosistem pembayaran nasional.

Baca Juga: Pemerintah Rencanakan Skema Baru, Bansos Barang Diganti Uang Tunai. Segini Nominalnya!

“Dan nanti data yang dipakai adalah data dari Dukcapil dan data dari Dukcapil itu tentunya nanti akan dipadankan dengan sistem yang ada di Bank Indonesia, terutama untuk payment system-nya,” ungkap Airlangga dikutip dari IDN Financials, Kamis (10/9).

Rekening bank itu sendiri akan menjadi salah satu sarana utama untuk mengakses berbagai program pemerintah, termasuk penyaluran bansos secara langsung kepada penerima tanpa melalui perantara.

Selain menerima bantuan, rekening dapat digunakan untuk menabung, menerima uang, membayar kebutuhan, dan bertransaksi secara digital melalui QRIS. 

Baca Juga: Warga Bisa Cek Desil Bansos Sendiri Secara Online, Begini Caranya!

Bagi pelaku UMKM, riwayat transaksi juga dapat menjadi catatan keuangan yang membantu membuka akses ke pembiayaan dan layanan perbankan lainnya.

Pemerintah memperkirakan lebih dari 200 juta masyarakat akan menjadi sasaran program ini. Setiap rekening direncanakan mendapat dana awal Rp50 ribu, sehingga total anggaran diperkirakan mencapai sekitar Rp11 triliun dari APBN.

Namun, pemerintah masih membahas sumber anggaran, mekanisme penyaluran, dan tahapan pelaksanaan bersama Bank Indonesia dan OJK.

(IDN Financials, Tirto.id)

[post-views]
Selaras