Papua, mu4.co.id – PT Freeport Indonesia (PTFI) tengah mengembangkan tambang bawah tanah yakni Kucing Liar di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, yang ditargetkan mulai beroperasi pada 2029. Presiden Direktur PTFI Tony Wenas menyebut proyek tersebut membutuhkan investasi besar dan diharapkan dapat menopang kebutuhan industri mineral Indonesia dalam jangka panjang.
“Kucing Liar ini sekarang sedang kita develop terus rencana akan mulai kita tambang di 2029. Tadinya di 2028 tapi kita undur setahun. Total investasi di situ kira-kira akan sekitar Rp72 triliun,” ucap Tony dikutip dari CNBC, Selasa (25/8).
PTFI telah menginvestasikan sekitar Rp25 triliun dari total kebutuhan Rp72 triliun untuk mengembangkan tambang bawah tanah Kucing Liar. Tambang ini diperkirakan mampu menambang sekitar 130.000–140.000 ton bijih per hari.
Selama beroperasi, Kucing Liar ditargetkan menghasilkan sekitar 7 miliar pon tembaga dan 7 juta ons emas. Tambang ini juga diharapkan menjaga produksi PTFI di level sekitar 240.000 ton bijih per hari sekaligus menggantikan Grasberg Block Cave (GBC) yang akan habis masa produksinya.
Dengan cadangan saat ini, Kucing Liar diproyeksikan beroperasi hingga 2050. Masa operasinya berpotensi diperpanjang jika pemerintah memberikan kepastian perpanjangan IUPK setelah 2041 untuk memungkinkan eksplorasi lebih dalam.
“Tetapi nanti Grasberg ini akan depleting ya Grasberg block caving ini akan kemudian nanti suatu saat akan habis akan digantikan oleh Kucing Liar. Dan selanjutnya ini direncanakan bisa sampai tahun 2050 bahkan,” ujarnya.
(CNBC)












