Media Utama Terpercaya

12 Agustus 2026, 10:11
Search

Dinilai Menodai Agama, Tantangan Hafal Surah Ad-Duha Berhadiah Miras Resmi Dilaporkan ke Polisi!

Facebook
X
WhatsApp
Telegram
Tantangan hafal surah Ad Duha
Ilustrasi tantangan hafal Surah Ad-Duha berhadiah miras [Foto: mu4.co.id]

Jakarta, mu4.co.id – Beredar sebuah video kontroversial di media sosial TikTok yang memperlihatkan seseorang memberikan tantangan menghafal Al-Qur’an surat Ad-Duha dengan imbalan produk minuman alkohol.

Peristiwa tersebut diketahui berlangsung di sebuah festival musik The Sounds Project Vol. 9 pada Ahad, 9 Agustus 2026 di salah satu booth sponsor minuman keras, Newport di Jakarta Utara.

Aksi promosi yang memadukan ayat suci dengan minuman beralkohol tersebut kontan memicu kemarahan publik karena dinilai telah menodai nilai-nilai keagamaan.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara, Slamet Sugoro, kemudian melaporkan pihak yang terlibat dalam tantangan hafalan Al Qur’an berhadiah minuman keras tersebut. Laporan dibuat di Polsek Pademangan, Jakarta Utara, Selasa (11/8/2026).

Slamet menyebut pihak yang dilaporkan adalah MC dan penyelenggara acara atau EO. Ia berharap pihak yang dilaporkan setidaknya menyampaikan permintaan maaf. Ia juga membuka kemungkinan adanya audiensi untuk membahas persoalan tersebut.

“Harapan nanti, ya minimal dia harus minta maaf. Ya, bisa audiensi. Nanti kan ada yang lain lagi. Ketua MUI dari Utara, bidang fatwa. Beliau yang menentukan,” jelas Slamet dikutip dari Kompas, Rabu (12/8).

Baca juga: Viral! Penumpang Masak Mi Instan di Kereta Pakai Kompor Listrik, Begini Respons KAI

Sementara itu, Kasie Humas Polres Metro Jakarta Utara Iptu Maryati Jonggi juga membenarkan bahwa ada pihak dari MUI yang membuat laporan atas insiden tersebut.

“Iya, betul, betul betul. Dari pihak MUI ya, bukan dari ketua (pusat). Dari pihak MUI-nya ya,” ungkap Maryati.

Polisi masih meminta keterangan kepada sejumlah pihak mengenai insiden tersebut. “Sampai dengan saat ini kan masih dalam penyelidikan nih. Kita juga masih klarifikasi, sifatnya kita masih klarifikasi terhadap saksi-saksi yang terkait dalam kegiatan tersebut,” jelasnya.

Sementara itu pembawa acara (MC) di booth sponsor tersebut, Ega melalui akun Instagram pribadinya (@aqueer_), melakukan klarifikasi dan permohonan maaf. Menurut Ega, peristiwa tersebut terjadi secara spontan tanpa direncanakan.

Ega menjelaskan saat jeda acara, ia sedang berinteraksi dengan pengunjung festival. Tiba-tiba, seorang pengunjung yang mengenakan atasan putih mengambil mikrofon miliknya. Pengunjung tersebut secara inisiatif langsung memberikan sayembara hafalan surah Al-Qur’an dengan imbalan produk miras yang ia tawarkan sendiri.

Baca juga: Viral Komunitas Lari Bagi-bagi Bir di Bandung, Berakhir Didenda & Diblacklist!

Ega mengaku lalai dan tidak segera mengambil alih kembali mikrofon tersebut, meskipun tugas utamanya adalah memastikan jalannya acara sesuai dengan konsep merek sponsor.
Setelah memberikan klarifikasi tersebut, akun Instagram milik MC yang bersangkutan dilaporkan sudah tidak dapat ditemukan dalam pencarian.

Selain itu, pihak Penyelenggara Festival The Sounds Project, langsung merilis pernyataan resmi dan mengecam keras tindakan tersebut. Mereka menegaskan rasa marah dan kekecewaan atas kejadian yang dinilai berada sepenuhnya di luar kendali dan persetujuan mereka.

“Kami tidak pernah dan tidak akan pernah membenarkan perilaku yang menjadikan agama sebagai bahan challenge atau promosi produk dalam bentuk apa pun,” tulis pernyataan resmi akun @thesoundsproject.

Pihak penyelenggara menyatakan telah menegur keras sponsor yang bersangkutan dan meminta pertanggungjawaban dari semua pihak yang terlibat. Mereka juga berkomitmen melakukan evaluasi internal agar insiden serupa tidak terulang di masa mendatang.

[post-views]
Selaras