Banjarmasin, mu4.co.id – Al Mazaya Islamic School Banjarmasin menggelar Al Mazaya Expo sekaligus menyambut kunjungan balasan dari MITA International School Tokyo, Jepang, Kamis (07/08/2026).
Kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut dari Memorandum of Understanding (MoU) yang ditandatangani Yayasan Al Mazaya Pelita Asia dengan MITA International School pada 2025 lalu. Sebagai sekolah mitra, kedua institusi berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan melalui program pertukaran pelajar, pertukaran budaya, serta berbagi pengalaman belajar.
Kegiatan expo ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kerja sama pendidikan sekaligus mempererat hubungan budaya antara Indonesia dan Jepang melalui program pertukaran pelajar. Sebanyak delapan siswa dan dua guru pendamping dari MITA International School hadir di Banjarmasin untuk mengikuti rangkaian kegiatan pendidikan dan budaya selama tiga hari.
Dalam kegiatan Al Mazaya Expo, para siswa Al Mazaya memperkenalkan kekayaan budaya Banjar kepada para tamu dari Jepang. Beragam penampilan disuguhkan, mulai dari madihin, drama musikal Banjar, tari tradisional, hingga dance mix yang memadukan unsur budaya Indonesia dan Jepang.

Tidak hanya pertunjukan seni, para tamu juga diajak menikmati aneka kuliner khas Banjar serta mencoba berbagai permainan tradisional yang menjadi bagian dari kekayaan budaya lokal. Suasana penuh keakraban terlihat ketika para siswa dari kedua negara saling berinteraksi dan mengenal budaya masing-masing.

Selama berada di Kalimantan Selatan, para siswa MITA International School tidak hanya mengikuti proses pembelajaran di kelas, tetapi juga diajak mengenal budaya dan destinasi wisata daerah.
Pada hari pertama, mereka mengikuti kegiatan belajar di kelas, menghias tas dan topi berbahan purun, serta melakukan audiensi dengan Wali Kota Banjarmasin. Di hari kedua diisi dengan olahraga tradisional seperti lompat tali dan bakiak, belajar Bahasa Indonesia, serta mengunjungi Taman Budaya Kalimantan Selatan, Museum Lambung Mangkurat di Banjarbaru, hingga menikmati wisata susur sungai menggunakan kelotok menuju Bukit Batu, Aranio, Kabupaten Banjar.
Kegiatan itupun diharapkan dapat menjadi agenda tahunan sebagai wadah memperluas wawasan global para siswa sekaligus memperkuat hubungan persahabatan antara Indonesia dan Jepang.















