Arab Saudi, mu4.co.id – Wilayah Arab Saudi resmi memasuki fase Jamrat Al-Qaydh, yaitu periode dengan suhu terpanas selama musim panas yang diperkirakan berlangsung hingga awal Agustus. Kondisi cuaca ekstrem ini disertai angin panas dan kelembapan tinggi di wilayah pesisir.
Jamrat Al-Qaydh telah lama dikenal masyarakat Arab dengan sebutan “Tabbakh Al-Tamr” atau “pemasak kurma”.
Julukan tersebut muncul karena suhu panas yang ekstrem mampu mempercepat proses pematangan buah kurma hingga memasuki fase rutab, yaitu tahap ketika buah mulai matang, bertekstur lembut, dan memiliki kadar air yang lebih tinggi sebelum akhirnya menjadi kurma kering.
Fenomena ini menjadi salah satu penanda penting dalam siklus panen kurma yang telah dikenal masyarakat Arab sejak lama.
Baca juga: Hadapi Suhu Ekstrem, Arab Saudi Perbanyak Titik Air Minum bagi Jemaah Haji
Poin Penting & Imbauan Keselamatan
Dikutip dari Himpuh, Sabtu (25/7), guna menghindari bahaya heatstroke (serangan panas) dan dehidrasi, masyarakat setempat serta jamaah umrah diimbau untuk mematuhi panduan berikut:
- Hindari Paparan Matahari Langsung: Kurangi aktivitas luar ruangan pada waktu puncak panas, yaitu mulai tengah hari hingga sore hari.
- Cukupi Kebutuhan Cairan: Perbanyak minum air putih untuk mencegah dehidrasi dan kelelahan akibat cuaca panas berlebih.


![Pembatalan keberangkatan jemaah umrah asal HST, Senin [20/7]](https://mu4.co.id/wp-content/uploads/2026/07/IMG-20260722-WA0001-300x200.jpg)









![Polemik belasan siswa atlet Kelas Khusus Olahraga [KKO] SMAN 2 Banjarmasin](https://mu4.co.id/wp-content/uploads/2026/07/IMG_1953-300x168.jpeg)

