Media Utama Terpercaya

8 September 2026, 12:32
Search

Penerbangan Umrah Terganggu, Kemenhaj Ingatkan Travel Pastikan Jemaah Tak Terlantar

Facebook
X
WhatsApp
Telegram
Penerbangan Umrah Terganggu, Kemenhaj Ingatkan Travel Pastikan Jemaah Tak Terlantar
Ilustrasi. [Foto: AI, mu4.co.id]

Jakarta, mu4.co.id – Sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau mengganggu penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta. Kementerian Haji dan Umrah RI mengimbau jemaah tetap tenang dan meminta Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) memastikan kebutuhan dan keselamatan jemaah terpenuhi dengan segera melakukan mitigasi risiko.

“Jemaah kami minta tetap tenang dan terus berkomunikasi dengan travel masing-masing. PPIU harus memastikan setiap jemaah memperoleh informasi yang cepat, jelas, dan akurat mengenai status penerbangan serta penanganan yang sedang dilakukan,” kata Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Puji Raharjo, dikutip dari detik hikmah, Selasa (8/9).

Travel umrah diminta tidak menelantarkan jemaah tanpa kepastian penanganan. Selama gangguan penerbangan berlangsung, jemaah harus mendapat pendampingan dan memastikan kebutuhan mereka terpenuhi hingga kondisi kembali aman dan normal.

Baca Juga: Mengapa Abu Vulkanik Anak Krakatau Berbahaya bagi Pesawat? Begini Penjelasan Ahli!

“Jemaah yang terdampak penundaan tidak boleh dibiarkan tanpa kepastian. PPIU harus memastikan kebutuhan jemaah tetap terlayani, termasuk akomodasi, konsumsi, transportasi, pendampingan, dan kebutuhan dasar lainnya sampai perjalanan dapat dilanjutkan,” ujarnya.

Kemenhaj meminta PPIU berkoordinasi dengan maskapai, bandara, otoritas penerbangan, dan penyedia layanan di Arab Saudi untuk memastikan keselamatan jemaah. Kemenhaj juga memantau kondisi penerbangan bersama Kemenhub serta memastikan jemaah yang tertahan di Arab Saudi maupun lokasi transit tetap mendapat pendampingan dan pelayanan.

Selain itu, Kemenhaj menggandeng asosiasi untuk menjangkau travel di luar keanggotaan agar penanganan jemaah terdampak dapat dilakukan secara menyeluruh.

Baca Juga: Erupsi Anak Krakatau Ganggu Penerbangan, KAI Siapkan Kereta Tambahan ke Jakarta

Kemenhaj mengimbau travel menunda atau menyesuaikan keberangkatan calon jemaah jika kondisi bandara dan ruang udara belum aman. PPIU juga diminta tidak memaksakan keberangkatan sebelum mendapat kepastian dari maskapai dan otoritas penerbangan.

Selain itu, travel wajib menyediakan kanal komunikasi yang responsif bagi jemaah dan keluarga serta melaporkan setiap perubahan jadwal, rute, maupun keterlambatan kepulangan kepada Ditjen Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenhaj.

“Kemenhaj akan terus memantau perkembangan situasi. Dalam kondisi seperti ini, yang harus dipastikan adalah jemaah memperoleh keselamatan, kepastian informasi, pelayanan, pendampingan, dan perlindungan sampai seluruh proses perjalanan selesai dengan aman,” ucap Puji.

(Detik hikmah)

[post-views]
Selaras