Banjarbaru, mu4.co.id – Sebanyak satu ton garam (Natrium Klorida/NaCl) ditebar ke awan potensial dalam Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai bagian dari upaya pemerintah menekan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan.
Operasi itu juga sekaligus tindak lanjut atas permohonan dukungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Berdasarkan surat BNPB, operasi dijadwalkan berlangsung selama 15–21 Juli 2026 dengan menggunakan satu unit pesawat Cessna Caravan C208 EX registrasi PK-SNP yang berpangkalan di Bandara Internasional Syamsudin Noor, Banjarbaru.
Pada Rabu (15/07/2026) Operasi Modifikasi Cuaca mulai dilaksanakan melalui satu kali sorti penerbangan menggunakan pesawat Cessna Caravan C208 EX registrasi PK-SNP. Pesawat lepas landas dari Bandara Internasional Syamsudin Noor pukul 16.17 Wita dan kembali mendarat pukul 18.31 Wita.
Selama penerbangan tersebut, penyemaian awan dilakukan di wilayah Kabupaten Kotabaru, Tanah Bumbu, Banjar, serta area udara (overhead) Banjarbaru. Pada ketinggian sekitar 9.000 kaki, tim menebarkan 1.000 kilogram natrium klorida (NaCl) sebagai bahan semai untuk merangsang pertumbuhan awan hujan.
Baca juga: Kenapa Cuaca Pagi Hari Panas dan Sore Hari Hujan? Ini Jawabannya!
Sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan pun mulai diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga sedang. Curah hujan lebih dominan terjadi di Kabupaten Tanah Bumbu, sedangkan Banjarbaru hanya diguyur hujan lokal. Sementara itu, sebagian wilayah lain, seperti Balangan dan Kabupaten Banjar, masih didominasi cuaca cerah berawan.
Meski demikian, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan belum dapat mengaitkan hujan tersebut secara langsung dengan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca. Menurutnya, evaluasi harus dilakukan dengan membandingkan kondisi atmosfer sebelum dan sesudah penyemaian awan, termasuk respons awan terhadap bahan semai yang telah ditebar.
Prakirawan Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor Banjarmasin, Fitma Surya Arghani mengatakan analisis masih diperlukan untuk mengetahui efektivitas operasi tersebut.
“Untuk klaim apakah kondisi cuaca yang berawan dan hujan ringan ini berkat OMC, tentunya perlu kami analisis lebih lanjut. Namun kami berharap demikian,” ujarnya dikutip dari Radar Banjarmasin, Kamis (16/07/2026).













