Media Utama Terpercaya

16 Juli 2026, 18:39
Search

Setelah Hormuz, Iran Ancam Tutup Selat Bab el-Mandeb, Harga Minyak Dunia Bisa Melonjak hingga US$200 per Barel

Facebook
X
WhatsApp
Telegram
Iran Ancam Tutup Selat Bab el-Mandeb
Iran Ancam Tutup Selat Bab el-Mandeb [Foto: Ilustrasi mu4.co.id]

Teheran, mu4.co.id – Setelah menutup pelayaran di Selat Hormuz, Iran mengancam akan menutup Selat Bab el-Mandeb, salah satu jalur pelayaran minyak paling strategis di dunia, seiring meningkatnya konflik terkait Selat Hormuz serta memanasnya situasi di Yaman.

Mereka akan memanfaatkan kelompok Houthi di Yaman untuk menekan lalu lintas di Selat Bab el-Mandeb, yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden itu. Seorang pejabat senior Yaman dari kelompok Ansarullah (Houthi), Mohammed al-Farah, memperingatkan bahwa Bab el-Mandeb dapat ditutup apabila Arab Saudi terus melancarkan serangan ke Yaman.

“Jika situasi saat ini memburuk, Selat Bab el-Mandeb dan Selat Hormuz akan ditutup dalam sebuah aliansi operasional. Harga minyak kemudian akan melonjak hingga 200 dolar AS per barel, memicu guncangan hebat yang mengerikan,” katanya, seperti dikutip dari Reuters, Rabu (15/7/2026).

Baca juga: Houthi Luncurkan Rudal dan Drone ke Bandara Abha, Arab Saudi. Ini Alasannya!

Diketahui, selama ini Selat Hormuz menjadi instrumen strategis utama Teheran, dan Bab el-Mandeb dipandang sebagai kartu tekanan terakhir yang dimiliki Iran. Dengan ancaman penutupan dua jalur distribusi energi terpenting dunia tersebut secara bersamaan, Pakar Timur Tengah dari London School of Economics, Fawaz Gerges, mengatakan langkah tersebut merupakan pesan langsung kepada AS bahwa konflik dapat meluas hingga mengganggu rantai pasok energi global.

“Iran bersedia melakukan apa pun. Sekarang (Teheran) eskalasinya meningkat baik secara dekat maupun luas. Pesannya adalah bahwa tidak hanya Hormuz, tapi Bab al-Mandab, berada dalam risiko.”

Para analis menilai ancaman terbesar bukan lagi perang terbuka, melainkan eskalasi bertahap atau mission creep, di mana kedua pihak terus meningkatkan tekanan tanpa memasuki konfrontasi langsung.

Sebelumnya, kelompok Houthi telah membuktikan kemampuannya mengganggu perdagangan global melalui serangan terhadap kapal-kapal komersial di Laut Merah sejak pecahnya perang Gaza pada Oktober 2023. Serangan tersebut memaksa banyak perusahaan pelayaran mengalihkan rute melalui Tanjung Harapan di Afrika Selatan, sehingga meningkatkan biaya logistik global.

(idnfinancials.com)

[post-views]
Selaras