Media Utama Terpercaya

9 Juli 2026, 21:13
Search

Sekolah Swasta Kian Diburu Meski Biayanya Mahal, Pakar Ungkap Alasannya!

Facebook
X
WhatsApp
Telegram
Sekolah Swasta Kian Diburu Meski Biayanya Mahal
Sekolah Swasta Kian Diburu Meski Biayanya Mahal [Foto: Ilustrasi mu4.co.id]

Jakarta, mu4.co.id – Fenomena berburu sekolah swasta kini kian kompetitif, walaupun biaya lebih mahal. Sejumlah sekolah swasta bahkan menutup kuota pendaftaran jauh sebelum tahun ajaran baru dimulai.

Seperti di Yogyakarta, beberapa SD milik organisasi Muhammadiyah, seperti SD Muhammadiyah Sapen, SD Muhammadiyah Purwodiningratan, SD Muhammadiyah Sukonandi bahkan pendaftarannya antri sampai 2033. SD Al-Azhar di berbagai kota juga mulai didaftar sampai 2034, termasuk beberapa SD swasta yang dinilai mahal pun banyak diserbu calon orangtua. Selain itu, di Malang, Surabaya, sampai Jakarta, fenomena orangtua “war” atau rebutan kursi sekolah swasta juga kian menjamur.

Lantas mengapa orangtua banyak memilih sekolah swasta?

Melihat fenomena tersebut, Pakar pendidikan, Waras Kamdi mengatakan ada perbedaan sudut pandang orangtua saat ini dengan orangtua zaman dahulu. “Dulu orang berpikir, sekolah itu cukup di negeri karena kualitasnya baik. Makanya ada sekolah favorit. Itu era sebelum adanya zonasi begitu semua,” katanya, dilansir dari Kompas.com.

Pada saat itu pamor sekolah negeri lebih unggul dari sekolah swasta, karena orangtua berambisi anak pintar secara akademik. Namun semakin ke sini, orangtua muda punya pertimbangan lebih mendalam. Orangtua hanya ingin anak harus tumbuh jadi pribadi yang baik dan punya pengetahuan seimbang pada semua hal. Ada orangtua yang berambisi anak punya kesempatan lebih besar menguasai bahasa asing, pergaulan yang eksklusif, supaya bisa mendapatkan kesempatan ke luar negeri.

“Orangtua sekarang itu lebih melek, lebih sadar apa yang dibutuhkan anaknya. Jadi misalnya, orangtua ingin anak ini tumbuh baik. Milihnya kebanyakan sekolah swasta berbasis agama,” katanya.

Baca juga: Kuota Masih Belum Terpenuhi Hingga SPMB Selesai, SMPN 29 Banjarmasin Lanjutkan Penerimaan Siswa Secara Offline

Lebih lanjut, Waras mengatakan sekolah swasta berbasis agama baik dari organisasi seperti Muhammadiyah kian ramai diburu calon orangtua. Ia menyebut aneka ekstrakurikuler, hingga program pendukung lain seperti bahasa asing, yang belum ditemui di semua sekolah negeri ikut menjadi pertimbangan orangtua mengincar sekolah swasta.

“Padahal dulu sekolah swasta semacam ini sepi peminat. Artinya minat orangtua itu akan berubah-ubah. Bisa jadi generasi sekarang yang kelak jadi ortu, beda lagi maunya gimana,” katanya.

Di samping itu, dikatakannya juga ada orangtua yang bisa saja memilih sekolah karena terpengaruh konten di media sosial atau orang lain. Persepsi publik akan kualitas sekolah yang muncul dari satu orang ke orang lain ikut mempengaruhi minat orangtua, walaupun itu mahal sekali biayanya.

Adapun rata-rata biaya sekolah swasta terfavorit di Yogyakarta, Surabaya, Jakarta, atau Malang uang pangkalnya berkisar Rp 11-20 juta ke atas untuk jenjang SD, SMP. Meski ada juga yang bianya di bawah itu.  Sementara biaya SPP per bulan, untuk jenjang SD-SMP dipatok mulai Rp 800.000 hingga di atas 2,4 juta, sehingga meski mahal, tetap dipilih orangtua.

“Namun, orangtua juga perlu selektif soal tawaran yang diberikan sekolah swasta. Pada dasarnya, kurikulum, metode yang digunakan saat ini semua sekolah negeri, swasta sama,” kata Waras.

Diketahui saat ini kurikulum yang digunakan semua sekolah adalah Kurikulum Merdeka, dari sisi materi belajar, jelas antar sekolah juga sama. Hanya yang membedakan, sekolah swasta punya tambahan program tersendiri. Misalnya ada yang berbasis kurikulum internasional seperti IB atau Cambridge. Meski demikian output atau luaran yang didapat dari antar kurikulum sebetulnya hampir sama, yakni mengembangkan anak menjadi kritis sesuai zaman dan berdaya saing.

Waras menambahkan orangtua juga dapat memperhitungkan biaya dari segi layanan dan apakah cocok dengan minat anak. “Ya yang jelas, itu cocok dulu nggak buat anaknya? Bagaimanapun kan minat anak itu yang pertama,” pungkasnya.

[post-views]
Selaras