Jakarta, mu4.co.id – Sebanyak 40.000 Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) ditargetkan rampung pada September 2026 dan mulai beroperasi satu bulan kemudian pada Oktober.
Hal itu diungkapkan oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan usai menghadiri Pelantikan dan Rapat Koordinasi Apdesi se-Sulawesi Selatan, Makassar, Sabtu (05/07/2026).
Ia menyebut target tersebut lebih rendah dibandingkan rencana awal pembentukan 80.000 koperasi desa di seluruh Indonesia. Menurutnya, pemerintah memprioritaskan koperasi yang sudah dibangun, agar segera beroperasi dan memberikan layanan kepada masyarakat.
“Sekarang fokus kita selesaikan. Saya sudah rapat dengan badan dan seluruh kementerian terkait, fokus tahun ini untuk 40 ribu. Bahkan bisa sampai 36 ribu lebih. Tapi, kita kemungkinan cadangkan sampai Rp40 ribu tahun ini. Fokus biar jalan, biar bagus, nanti tahun depan, kita lihat perkembangan seperti apa,” ujarnya.
Baca juga: Ramai Dibahas, BKN Jelaskan Alasan Manajer Kopdes Didenda Rp100 Juta jika Mundur
Lebih lanjut, Zulhas mengatakan berbagai program bantuan pemerintah nantinya akan disalurkan melalui KDMP agar lebih terintegrasi.
“Nanti PKH, bantuan alat mesin pertanian (Alsintan) seperti traktor, pompa air, dan combine harvester gratis untuk kelompok tani dan semua kebutuhan pemerintah didrop (disimpan) ke kopdes. Dari kopdes membagikan ke masyarakat. Ada juga bayar listrik, telepon nanti bisa di kopdes. Yang subsidi pupuk, gas juga dijual di kopdes,” sambungnya.
Selain menjadi pusat distribusi bantuan dan layanan, KDMP juga diproyeksikan menjadi pembeli langsung atau offtaker hasil pertanian dan perikanan masyarakat. Skema tersebut diharapkan membantu petani dan nelayan memperoleh harga yang lebih layak.
(kompas.com)












