Yogyakarta, mu4.co.id – Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Universitas Gadjah Mada (UGM) menemukan bakteri asam laktat probiotik dari madu dan bee pollen yang berpotensi sebagai antikanker, sekaligus memiliki sifat antibakteri, antioksidan, antibiofilm, dan membantu mengendalikan kadar gula darah.
Temuan tersebut membuka peluang pengembangan pangan fungsional berbasis keanekaragaman hayati Indonesia. Peneliti asal Yogyakarta dan Sumbawa itu juga telah mempublikasikan penelitiannya di jurnal internasional serta memperoleh hak paten.
“Kami menemukan bahwa madu lebah tanpa sengat Indonesia menyimpan bakteri asam laktat yang tidak hanya mampu bertahan pada kondisi saluran pencernaan, tetapi juga memiliki aktivitas antibakteri, antibiofilm, antikanker dan antioksidan yang baik. Ini menunjukkan potensinya sebagai kandidat probiotik untuk pangan fungsional,” ungkap Ema Damayanti peneliti PRTPP BRIN, dikutip dari Kompas, Selasa (30/6).
Baca Juga: BRIN Temukan Spesies Baru Terong Berduri Asal Kalimantan, Bisa Jadi Obat Kanker
Dalam penelitian tersebut, tim berhasil mengisolasi sejumlah bakteri asam laktat dari madu dan bee pollen tujuh spesies lebah tanpa sengat, yakni Heterotrigona itama, Tetragonula laeviceps, Tetragonula clypearis, Tetragonula sarawakensis, Lepidotrigona terminata, Tetragonula drescheri, dan Tetragonula biroi.
Dari sejumlah isolat yang ditemukan, peneliti memilih tujuh isolat terbaik yang mampu menghambat bakteri patogen. Hasil analisis menunjukkan bakteri tersebut berpotensi menghambat pertumbuhan bakteri penyebab penyakit, mencegah pembentukan biofilm, memiliki aktivitas antikanker dan antioksidan, serta menghasilkan senyawa antimikroba.
Sementara itu, BRIN akan mengembangkan temuan ini menjadi produk pangan fermentasi dan suplemen probiotik.
(Kompas)














