Venezuela, mu4.co.id – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,5 dan 7,2 yang mengguncang Venezuela, yang terjadi hanya berselang kurang dari satu menit, pada Rabu (24/6), menimbulkan kerusakan luas dan korban jiwa terus bertambah.
Hingga Jum’at (26/7), jumlah korban meninggal dilaporkan mencapai 920 orang, korban hilang 50.000 orang, dan 45.000 orang mengalami luka-luka.
Guncangan gempa juga terasa hingga wilayah utara Kolombia, termasuk Bogotá, Brasil bagian utara, serta sejumlah pulau di Karibia seperti Aruba, Bonaire, dan Curaçao.
Angka tersebut meningkat seiring berlanjutnya operasi pencarian dan penyelamatan yang melibatkan ribuan personel dari berbagai negara untuk mengevakuasi korban yang masih tertimbun reruntuhan.
Baca Juga: Gempa M 7,8 Guncang Filipina, BMKG Deteksi Tsunami di 7 Titik Indonesia
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyebut sedikitnya 17 negara telah mengirim tim pencarian dan penyelamatan untuk membantu penanganan gempa di Venezuela. Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) menegaskan pengerahan tim internasional menjadi prioritas guna memperbesar peluang menemukan korban selamat.
Juru bicara OCHA, Jens Laerke, menyatakan gempa bumi merupakan salah satu bencana paling dahsyat yang dapat dialami suatu negara. Meski demikian, ia menilai respons bantuan internasional terhadap bencana di Venezuela berlangsung sangat cepat.
“Apa yang kita lihat saat ini juga merupakan mobilisasi internasional terbaik. Seluruh sistem kemanusiaan bergerak sangat cepat dan dalam skala besar,” ujar Jens Laerke, dikutip dari Serambi News, Sabtu (27/6).
OCHA melaporkan sebanyak 25 tim penyelamat, terdiri atas 17 tim pencarian dan penyelamatan perkotaan serta sejumlah tim medis darurat dengan sekitar 1.000 personel, telah diterjunkan ke Venezuela. Tim tersebut berasal dari berbagai negara termasuk Chili, Kolombia, El Salvador, Italia, Meksiko, Swiss, dan Amerika Serikat, dengan jumlah bantuan diperkirakan terus bertambah.
(Serambi News, EuroNews)














