Media Utama Terpercaya

27 Juni 2026, 23:45
Search

Mulai Haji 2027, Garuda Bisa Angkut Penumpang dari Saudi ke Indonesia

Facebook
X
WhatsApp
Telegram
Garuda Bisa Angkut Penumpang dari Saudi ke Indonesia
Garuda Bisa Angkut Penumpang dari Saudi ke Indonesia [Foto: Ilustrasi mu4.co.id]

Jakarta, mu4.co.id – Pesawat Garuda Indonesia bisa membawa penumpang dari Arab Saudi setelah mengantar jemaah haji, usai mengantongi izin empty leg dari otoritas penerbangan Arab Saudi, yang direncanakan diberlakukan mulai musim haji 2027 mendatang.

“GACA adalah General Authority Civil Aviation, otoritas penerbangan Saudi Arabia itu memberikan izin kepada penerbangan kita dalam hal ini Garuda Indonesia untuk mengisi istilah dalam penerbangan itu empty leg. Jadi, pesawat-pesawat Garuda yang pulang ke Tanah Air ketika membawa jemaah itu tidak kosong, bisa membawa penumpang,” ujar Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak, Kamis (25/06/2026).

Langkah itu disebut sebagai instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto. “Presiden memerintahkan kepada Kementerian Haji, kepada Garuda, kepada Kementerian Perhubungan dan Kementerian Pariwisata supaya itu (pesawat) jangan sampai kosong. Kita akan mulai instruksi presiden itu tahun depan, musim haji berikutnya, pesawat-pesawat kita yang membawa jemaah haji pulangnya itu bisa lagi membawa penumpang,” sambung Dahnil.

Baca juga: Pemerintah Beri Diskon Tiket Pesawat Hingga Kapal Laut, Capai Rp1,5 Triliun!

Adapun tujuannya sendiri yaitu untuk memanfaatkan ruang kosong pada penerbangan pulang tersebut, sekaligus membawa wisatawan yang ingin berkunjung ke Indonesia. “Jadi ini catatan penting dan mudah-mudahan dari komitmen presiden ini bisa membangun ekosistem ekonomi haji di satu sisi dan juga pariwisata kita di sisi lain. Dan memperkuat nasional flight kita yaitu Garuda Indonesia,” jelasnya.

Berkaitan dengan itu, Kemenhaj RI bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata pun akan mempromosikan destinasi wisata lokal di pasar Timur Tengah, salah satunya Saudi. “Penumpangnya inilah yang kemudian kita bicarakan dengan Kementerian Pariwisata supaya mendorong pariwisata kita, objek wisata kita di Indonesia itu bisa dijual ke masyarakat Timur Tengah, khususnya Saudi Arabia,” terang Dahnil.

Dikatakannya bahwa setiap tahun sekitar 3,2 juta warga Indonesia bertolak ke Arab Saudi, yang mencakup sekitar 3 juta jemaah umrah dan 221.000 jemaah haji. Mobilitas yang besar itu membuat aliran dana yang keluar ke Saudi mencapai Rp 120 triliun – Rp 180 triliun per tahun. “Itu menjadi konsen Presiden supaya cash outflow itu tidak terlalu besar,” ungkap Dahnil menguraikan.

Oleh karena itu, dengan dilibatkannya Garuda Indonesia mendorong pemerintah memperkuat maskapai nasional sebagai pilihan utama jemaah umrah. “Makanya, tiga juta jemaah umrah itu kami berharap 50 persennya bisa diterbangkan oleh Garuda, tentu dengan pelayanan yang jauh lebih baik dan harga yang juga ekonomis serta efisien,” tambahnya.
(detik.com)

[post-views]
Selaras