Media Utama Terpercaya

16 Juni 2026, 10:33
Search

Sambut 1 Muharram 1448 H, Begini Prosesi Sakral Pergantian Kiswah Ka’bah

Facebook
X
WhatsApp
Telegram
Prosesi Sakral Pergantian Kiswah Ka'bah 1 Muharram 1448 H
Prosesi Sakral Pergantian Kiswah Ka'bah 1 Muharram 1448 H [Foto: kemenag.go.id]

Mekkah, mu4.co.id – Kiswah Ka’bah kembali diganti pada malam pergantian Tahun Baru Hijriyah 1448 H atau 15 Juni 2026, yang merupakan tradisi tahunan yang selalu dilaksanakan menjelang 1 Muharram.

Kepala Seksi Bimbingan Ibadah Daerah Kerja (Daker) Makkah Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Erti Herlina, mengatakan pergantian kain penutup Ka’bah menjadi simbol pembaharuan spiritual sekaligus penanda lahirnya semangat baru bagi umat Islam. Menurutnya, momen pergantian kiswah tersebut memiliki makna ganda, yakni secara spiritual maupun fisik.

ā€œTerkait momen pergantian Kiswah di Masjidil Haram pada 1 Muharram ini menjadi simbol bahwa tahun baru Islam dipilih sebagai penanda lahirnya semangat baru dan pencucian diri,ā€ ujarnya, Senin (15/06/2026).

Ia menyebut secara fisik, pergantian Kiswah merupakan langkah krusial untuk menjaga kesucian, kebersihan, dan keindahan penutup Ka’bah dari potensi kerusakan. Setiap tahunnya, jutaan jemaah haji dan umrah yang melaksanakan ibadah tawaf menyentuh kain penutup tersebut. Oleh karena itu, pembaruan kain mutlak diperlukan untuk memastikan Baitullah tetap terjaga keindahannya.

ā€œBayangkan setiap orang memegang kain penutup Ka’bah itu, dan dalam satu tahun itu sudah berapa juta yang memegang, sehingga ini diperlukan pembaruan atau diganti,ā€ kata Erti.

Baca juga: Tradisi Tahunan Saat Kain Putih Menutupi Kiswah Ka’bah Setiap Musim Haji. Ini Alasannya!

Untuk diketahui, proses pembuatan Kiswah sendiri sebelumnya dilakukan di King Abdulaziz Complex for the Holy Kaaba Kiswa. Di sana, para perajin dan spesialis tekstil bekerja selama berbulan-bulan untuk menghasilkan Kiswah baru yang terbuat dari sutra alami berkualitas tinggi dan dihiasi ayat-ayat Al-Qur’an menggunakan benang berlapis emas dan perak.

Menjelang pelaksanaan penggantian, bagian-bagian Kiswah mulai dipindahkan ke area Masjidil Haram. Tim teknis kemudian melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh komponen, mulai dari kaligrafi, motif hias, hingga sambungan antarbagian kain untuk memastikan semuanya siap dipasang tanpa kendala.

Pada malam pergantian, tim khusus akan memulai proses dengan melepas ornamen berlapis emas dan bagian-bagian sulaman yang terpasang pada Kiswah lama. Setelah itu, kain penutup Ka’bah yang telah digunakan selama satu tahun akan diturunkan secara bertahap sebelum digantikan oleh Kiswah baru.

Pemasangan dilakukan secara berurutan pada empat sisi Ka’bah dengan tingkat presisi yang sangat tinggi. Setiap bagian harus terpasang secara sempurna agar seluruh lembaran kain menyatu dengan rapi dan membentuk tampilan yang harmonis.

Selain kain utama, petugas juga akan memasang kembali hizam atau sabuk Kiswah yang mengelilingi bagian atas Ka’bah, serta sitaarah, tirai penutup pintu Ka’bah yang dihiasi sulaman emas. Kedua elemen tersebut merupakan bagian paling ikonik dari Kiswah dan menjadi simbol keindahan seni Islam yang melekat pada Baitullah.

Penggantian Kiswah tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga mengandung makna spiritual yang mendalam bagi umat Islam. Tradisi ini menjadi simbol pembaruan dan penghormatan terhadap Ka’bah yang selama lebih dari 14 abad menjadi kiblat umat Islam di seluruh dunia.

Saat fajar 1 Muharram menyingsing, Ka’bah akan tampil dengan balutan Kiswah baru, menandai dimulainya Tahun Baru Hijriyah 1448 H. Sebuah tradisi yang terus dijaga dari generasi ke generasi dan menjadi salah satu bentuk pelayanan terhadap rumah suci Allah SWT yang paling dihormati oleh umat Islam.
(himpuh.or.id, tirto.id)

[post-views]
Selaras