Yogyakarta, mu4.co.id – Di tengah tantangan pertanian modern, inovasi berbasis sains terus dikembangkan untuk mengendalikan penyakit tanaman secara lebih ramah lingkungan.
Salah satunya dilakukan oleh Putri Nabila Naziroh, lulusan Magister Fitopatologi Fakultas Pertanian UGM, yang meraih IPK 4,00 melalui penelitian pengendalian penyakit embun tepung pada melon menggunakan sinar ultraviolet B (UVB).
Penyakit yang disebabkan jamur Podosphaera xanthii tersebut kerap menimbulkan kerugian bagi petani. Melalui risetnya, Putri menawarkan pemanfaatan UVB sebagai alternatif yang lebih aman dibanding penggunaan pestisida kimia secara berlebihan, dengan memanfaatkan sumber UVB yang tersedia secara alami dari sinar matahari.
Baca Juga: Naik Kelas di Ranking Dunia, Prodi Biologi UGM Raih Peringkat 1 di Indonesia!
“Alasan saya memilih topik ini karena sangat menarik untuk dibahas. Kemudian, UVB sendiri berasal dari cahaya yang sebenarnya sudah kita dapatkan secara alami dari matahari,” ungkap Putri Nabila dikutip dari laman UGM, Ahad (1/6).
Putri mengaku penelitiannya sempat menghadapi berbagai kendala teknis karena metode yang digunakan masih tergolong baru. Namun, dukungan dosen pembimbing dan lingkungan pertemanan membantunya menyelesaikan riset tersebut.
Sinar UVB bekerja dengan merusak DNA spora jamur penyebab embun tepung sehingga menghambat perkembangan jamur tersebut. Selain itu, paparan UVB dalam dosis yang tepat juga mampu merangsang mekanisme pertahanan alami tanaman melon, sehingga tanaman menjadi lebih tahan terhadap infeksi patogen.
Baca Juga: Tanpa Tusuk Jari! Mahasiswa UGM Kembangkan Alat Deteksi Diabetes Melalui Embusan Nafas
Sebagai metode pengendalian, penggunaan UVB memiliki sejumlah keunggulan. Teknologi ini tidak meninggalkan residu kimia sehingga cocok diterapkan pada budidaya organik maupun hidroponik. UVB juga dapat mengurangi risiko resistensi jamur yang sering muncul akibat penggunaan fungisida secara terus-menerus.
Di samping itu, metode ini dinilai praktis karena efektif diaplikasikan pada fase vegetatif hingga generatif, terutama saat tanaman rentan terserang jamur akibat tingkat kelembapan yang tinggi.
(UGM)















