Media Utama Terpercaya

25 Mei 2026, 12:04
Search

Idul Qurban 08: Keutamaan Hari Arafah, Saat Allah Membanggakan Hamba-Nya

Facebook
X
WhatsApp
Telegram
Keutamaan Hari Arafah, Saat Allah Membanggakan Hamba-Nya
Ilustrasi. [Foto: AI, mu4.co.id]

Jelang Idul Qurban, Edisi 8 Dzulhijjah 1447 H

Banjarmasin, mu4.co.id – Hari Arafah pada 9 Zulhijjah menjadi salah satu hari paling istimewa dalam Islam. Berbeda dengan Lailatul Qadar yang waktunya dirahasiakan, keutamaan Hari Arafah telah ditunjukkan secara jelas agar umat Islam dapat memperbanyak ibadah dan amal saleh.

Hari Arafah memiliki keutamaan besar karena pada hari itu Allah Subhanahu wa ta’ala menurunkan ayat terakhir tentang kesempurnaan agama Islam. Ayat tersebut terdapat dalam Surah Al Maidah ayat 3:

اَلْيَوْمَ اَكْمَلْتُ لَكُمْ دِيْنَكُمْ وَاَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِيْ وَرَضِيْتُ لَكُمُ الْاِسْلَامَ دِيْنً

Artinya: “Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridai Islam sebagai agamamu.” (QS. Al Maidah: 3).

Baca Juga: Idul Qurban 07: Bolehkah Patungan Kurban Lebih dari 7 Orang untuk Seekor Sapi? Ini Penjelasannya!

Ayat tersebut turun ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melaksanakan wukuf di Padang Arafah saat Haji Wada’ pada 9 Zulhijjah tahun ke-10 Hijriah.

Selain itu, saat hari Arafah, Allah Subhanahu wa ta’ala turun ke langit dunia dan membanggakan hamba-hamba-Nya yang sedang wukuf di hadapan para malaikat. Hari Arafah pada 9 Zulhijjah telah ditunjukkan secara jelas sebagai waktu istimewa untuk memperbanyak ibadah dan amal saleh. Dalam hadis riwayat Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban disebutkan:

إِذَا كَانَ يَوْمُ عَرَفَةَ إِنَّ اللَّهَ يَنْزِلُ إِلَى السَّمَاءِ فَيُبَاهِي بِهِمُ الْمَلَائِكَةَ، فَيَقُولُ: انْظُرُوا إِلَى عِبَادِي أَتَوْنِي شُعْثًا غُبْرًا ضَاحِينَ مِنْ كُلِّ فَجٍّ عَمِيقٍ أُشْهِدُكُمْ أَنِّي قَدْ غَفَرْتُ لَهُمْ ” فَتَقُولُ لَهُ الْمَلَائِكَةُ: أَيْ رَبِّ فِيهِمْ فُلَانٌ يَزْهُو وَفُلَانٌ وَفُلَانٌ قَالَ: يَقُولُ اللَّهُ: «قَدْ غَفَرْتُ لَهُمْ»

Artinya: “Pada hari Arafah, Allah turun ke langit dunia dan membanggakan mereka yang wukuf di hadapan para malaikat. Allah berkata, “Lihatlah hamba-hamba-Ku itu! Mereka datang dari segala penjuru dengan rambut kusut dan tubuh berdebu… saksikanlah oleh kalian, bahwa Aku telah mengampuni mereka”. Para malaikat menyela, “Akan tetapi di sana ada si fulan dan si fulan?”, namun kata Allah: “Aku telah mengampuni mereka”. (HR. Ibnu Khuzaimah no. 2840 dan Ibnu Hibban no. 3853)

Baca Juga: Idul Qurban 06: Hukum Kurban Online dalam Islam dan Disembelih di Luar Kota. Apakah Sah?

Hari Arafah juga menjadi waktu mustajab untuk berdoa. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

خَيْرُ الدُّعَاءِ دُعَاءُ يَوْمِ عَرَفَةَ وَخَيْرُ مَا قُلْتُ أَنَا وَالنَّبِيُّونَ مِنْ 

قَبْلِي


لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Artinya: “Sebaik-baik doa adalah doa di hari Arafah. Dan sebaik-baik yang aku ucapkan dan juga para nabi sebelumku adalah: Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘alaa kulli syai’in qadiir (Tidak ada ilah yang berhak diibadahi selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya kerajaan semesta dan bagi-Nya segala puji. Dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu)” (HR. Tirmidzi no. 3585).

Selain memperbanyak doa, umat Islam juga dianjurkan memohon ampunan dan pembebasan dari api neraka. Dalam hadis riwayat Muslim dan Nasai disebutkan: 

ا مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرَ مِنْ أَنْ يُعْتِقَ اللَّهُ فِيهِ عَبْدًا مِنَ النَّارِ مِنْ يَوْمِ عَرَفَةَ وَإِنَّهُ لَيَدْنُو ثُمَّ يُبَاهِى بِهِمُ الْمَلاَئِكَةَ فَيَقُولُ مَا أَرَادَ هَؤُلاَءِ

Artinya: “Di antara hari yang Allah banyak membebaskan seseorang dari neraka adalah hari Arafah. Dia akan mendekati mereka lalu akan menampakkan keutamaan mereka pada para malaikat. Kemudian Allah berfirman: Apa yang dinginkan oleh mereka?” (HR. Muslim 1348, Nasai 3003).

Baca Juga: Idul Qurban 05: Daftar Kurban, Bayarnya Utang. Bolehkah?

Bagi umat Islam yang tidak sedang menunaikan ibadah haji, dianjurkan melaksanakan puasa Arafah pada 9 Zulhijjah. Keutamaan puasa tersebut dijelaskan dalam hadis riwayat Muslim dan Ahmad:

عَنْ أَبِي قَتَادَةَ الأَنْصَارِيِّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَرَفَةَ فَقَالَ يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ وَالْبَاقِيَةَ …[رواه مسلم وأحمد]

Artinya: “Dari Abu Qatadah ra (diriwayatkan) bahwasanya Rasulullah ditanya tentang puasa hari Arafah, lalu beliau menjawab: Puasa hari Arafah 9 Dzulhijjah itu menghapus dosa-dosa satu tahun lalu dan satu tahun tersisa...” (HR. Muslim no. 1162 dan Ahmad).

Melalui momentum hari Arafah, umat Islam diingatkan untuk memperbanyak ibadah, doa, dan amal saleh selama masih diberi kesempatan umur dan kesehatan.

Dengarkan Program Idul Qurban, setiap hari hanya di Radio Suara Al Jihad Banjarmasin, FM 105,1 Megaherzt.

[post-views]
Selaras