Media Utama Terpercaya

14 Mei 2026, 21:11
Search

Hilangnya Baut Jembatan Cusa Jadi Sorotan, Pemko Banjarmasin Siapkan Pengawasan CCTV

Facebook
X
WhatsApp
Telegram
Jembatan Cemara Ujung–Sungai Andai [Cusa] Banjarmasin
Jembatan Cemara Ujung–Sungai Andai [Cusa] Banjarmasin. [Foto: Tribun Banjarmasin]

Banjarmasin, mu4.co.id – Pemerintah Kota Banjarmasin menyoroti hilangnya sejumlah baut pengunci di Jembatan Cemara Ujung–Sungai Andai (Cusa) yang dinilai dapat membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Banjarmasin H.M. Yamin HR meminta perbaikan segera dilakukan dan mengusulkan pemasangan kamera pengawas atau CCTV agar aksi serupa dapat dicegah dan pelaku dapat ditindak jika kejadian serupa terulang.

“Ke depan, jika memungkinkan pasang CCTV. Keadaan ini harus ditangani agar tidak terjadi terus-menerus,” kata Yamin dikutip dari Radar Banjarmasin, Kamis (14/5).

Baca Juga: Alokasikan hingga Rp14 Miliar, PUPR Bakal Bangun Jembatan Jafri Zam-Zam Banjarmasin!

Yamin menyebut Jembatan Cusa di Banjarmasin masih dalam tahap penyelesaian menyusul revisi perencanaan berdasarkan hasil audit Inspektorat. Ia meminta jembatan yang diproyeksikan menjadi solusi kemacetan di kawasan Sungai Andai itu tetap diawasi untuk mencegah aksi pencurian komponen.

Adapun komponen yang hilang yakni sejumlah baut dan mur pengunci di sisi Cemara Ujung. Padahal, komponen tersebut terhubung dengan penyangga gantung yang menopang struktur jembatan.

Hilangnya sejumlah baut di Jembatan Cusa turut mendapat sorotan dari Komisi III DPRD Banjarmasin. DPRD meminta Dinas PUPR segera melakukan evaluasi menyeluruh guna memastikan keamanan dan kelayakan jembatan bagi masyarakat.

Sementara itu, Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Banjarmasin, Kartika Estaurina, menyatakan pihaknya segera melakukan pengecekan langsung ke lokasi terkait laporan hilangnya baut jembatan.

Baca Juga: Gubernur Muhidin Resmikan Wisata Bawah Jembatan Barito, Ajak Warga Nikmati Wisata Baru

Hilangnya baut jembatan menjadi perhatian serius karena menyangkut keamanan struktur. Ia juga mengingatkan bahwa pembangunan jembatan tersebut menggunakan anggaran negara untuk kepentingan masyarakat.

“Merusak dan mengambil komponen jembatan tentu akan menghambat mobilitas ekonomi warga sekitar maupun pengguna jalan,” tegasnya.

Sebagai informasi, pembukaan Jembatan Cusa di Banjarmasin hingga kini masih tertunda setelah hasil audit Inspektorat menemukan perlunya revisi perencanaan akibat kondisi arus bawah Sungai Andai dan struktur tanah rawa yang memerlukan penyesuaian konstruksi.

Dalam perencanaan ulang, Pemko Banjarmasin turut melibatkan ahli rawa dan struktur tanah dari Universitas Lambung Mangkurat. Namun, penyelesaian proyek diperkirakan kembali molor jika tambahan anggaran melalui APBD Perubahan belum tersedia.

(Radar Banjarmasin)

[post-views]
Selaras