Media Utama Terpercaya

18 April 2026, 11:25
Search

Arab Saudi dan Mesir Diam-Diam Bangun Jalur Pelayaran Logistik Baru Hindari Selat Hormuz. Ini Jalurnya!

Facebook
X
WhatsApp
Telegram
Jalur alternatif Arab Saudi dan Mesir selain Hormuz
Jalur alternatif Arab Saudi dan Mesir selain Hormuz. [Foto: AI/mu4.co.id]

Iran, mu4.co.id – Di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah, Arab Saudi dan Mesir dilaporkan mulai mengoperasikan koridor logistik alternatif untuk menjaga kelancaran pasokan ke negara-negara Teluk. Jalur ini dibangun sebagai respons terhadap gangguan di Selat Hormuz akibat konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Koridor tersebut menghubungkan pelabuhan di Laut Mediterania Mesir dengan pelabuhan Laut Merah, lalu diteruskan ke Arab Saudi. Alur distribusi dimulai dari Eropa terutama Pelabuhan Trieste menuju Pelabuhan Damietta di Mesir, kemudian dipindahkan ke Pelabuhan Safaga sebelum dikirim ke pelabuhan Saudi seperti Duba.

Dalam beberapa pekan terakhir, ratusan ton kargo dilaporkan telah melalui jalur ini. Selain menghindari wilayah konflik, koridor tersebut dinilai lebih efisien dari sisi waktu tempuh dan biaya logistik, sehingga berpotensi menekan harga barang di pasar Teluk.

Baca juga: AS Cegat 8 Kapal Tanker Minyak Iran Sejak Blokade

Ahli transportasi maritim Mesir, Ahmed Al-Shami, menyebut jalur ini dapat menjadi alternatif strategis jangka panjang, terutama jika ketidakpastian di Selat Hormuz terus berlanjut. Namun, ia mengingatkan perlunya kesiapan pelabuhan untuk menghadapi peningkatan arus kapal.

“Bertambahnya kebergantungan atas koridor ini akan terjadi pada masa depan, namun, penting bagi pelabuhan-pelabuhan di Mediterania dan Laut Merah untuk lebih mempersiapkan diri menangani jumlah besar kapal-kapal kontainer,” ujarnya dilansir dari republika, Sabtu (18/4).

Koridor ini juga didukung layanan kapal Ro-Ro yang diluncurkan Mesir untuk memperkuat konektivitas antara Eropa dan Teluk secara lebih aman.

Di sisi lain, situasi kawasan masih memanas. Penutupan Selat Hormuz oleh Iran, ditambah blokade maritim yang diterapkan Amerika Serikat melalui Komando Pusat (CENTCOM), semakin memperumit jalur perdagangan global. Langkah ini diambil setelah gagalnya perundingan AS-Iran di Pakistan.

Baca juga: AS Tegakkan Blokade, Pelabuhan Iran Diawasi Ketat

Arab Saudi dilaporkan mendesak Washington untuk menghentikan blokade tersebut, karena dikhawatirkan memicu eskalasi lanjutan. Salah satu kekhawatiran utama adalah potensi penutupan Selat Bab al-Mandeb oleh Iran, yang merupakan jalur vital bagi ekspor minyak Saudi.

Militer Iran bahkan mengancam akan memperluas penutupan jalur perdagangan hingga ke Teluk Persia, Laut Oman, dan Laut Merah jika blokade terus berlanjut. Meski demikian, laporan terbaru menyebut aktivitas ekspor dari pelabuhan Iran masih tetap berlangsung.

Dengan kondisi ini, koridor logistik baru yang digagas Arab Saudi dan Mesir diperkirakan akan semakin vital sebagai jalur alternatif di tengah ketidakpastian rute perdagangan global.

(Republika)

[post-views]
Selaras