Media Utama Terpercaya

5 April 2026, 23:25
Search

Terjadi Lagi! 3 TNI Indonesia Jadi Korban Serangan Ledakan di Lebanon. Begini Kondisinya!

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Print
Menteri Luar Negeri RI Sugiono
Menteri Luar Negeri RI Sugiono. [Foto: SindoNews]

Jakarta, mu4.co.id – Tiga pasukan perdamaian PBB asal Indonesia kembali terluka akibat ledakan di Lebanon selatan di tengah gempuran Israel. Peristiwa ini terjadi hanya beberapa hari setelah tiga personel Indonesia lainnya tewas di wilayah yang sama. Hal ini dikonfirmasi oleh Menteri Luar Negeri RI Sugiono. 

“Tadi malam juga saya menerima laporan bahwa ada tiga prajurit TNI yang terluka yang juga penyebabnya seperti halnya dari dua insiden yang sebelumnya terjadi itu masih diinvestigasi oleh UNIFIL,” ungkap Sugiono usai upacara pelepasan 3 jenazah prajurit TNI yang gugur pada Sabtu (4/4), dikutip dari Suara.com, Ahad (5/4).

Kejadian itu menjadi insiden serius ketiga dalam sepekan terakhir yang melibatkan personel Indonesia dan menimbulkan keprihatinan besar dari pemerintah.

PBB menyebut ledakan terjadi pada Jum’at (3/4) di fasilitas United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) dekat El Adeisse. Ketiga korban segera dilarikan ke rumah sakit, dengan dua di antaranya mengalami luka serius.

Pusat Informasi Perserikatan Bangsa-Bangsa di Jakarta menyatakan penyebab ledakan belum diketahui, namun memastikan korban luka adalah penjaga perdamaian asal Indonesia.

Baca Juga: Markas UNIFIL Lebanon Diserang, 3 Prajurit TNI Gugur: PBB Kutuk, RI Desak Investigasi Menyeluruh!

Insiden itu terjadi beberapa hari setelah satu personel Indonesia tewas akibat proyektil di Lebanon selatan, dan dua lainnya tewas saat konvoi logistik UNIFIL.

Menanggapi ancaman terhadap keselamatan pasukan Indonesia, Pemerintah Indonesia melalui Perwakilan Tetap RI untuk PBB di New York mengajukan permintaan resmi agar Dewan Keamanan PBB menggelar rapat darurat.

Permintaan tersebut disetujui oleh Prancis sebagai pemegang mandat isu Lebanon di Dewan Keamanan.

“Kita mengutuk keras serangan yang dilakukan terhadap penjaga perdamaian dan hal ini UNIFIL. Kemudian kita juga menuntut supaya dilakukan investigasi menyeluruh karena ini adalah misi penjaga perdamaian,” tegas Sugiono.

(CNBC, Suara.com, Media Indonesia)

[post-views]
Selaras