Jakarta, mu4.co.id – Seorang guru matematika SMP Negeri 13 Palangka Raya, Maulida Rezeki, sukses meluncurkan aplikasi pembelajaran “Math Galaxy: Jelajah Sistem Persamaan Linier Dua Variabel (SPLDV)” di Google Play Store.
Inovasi tersebut berawal dikembangkan untuk kebutuhan lomba guru tingkat nasional. Ia terpilih mewakili Kalimantan Tengah sebagai guru transformatif dan berhasil meraih Juara 1 Guru Berprestasi Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah tahun 2025. Baginya, pencapaian tersebut bukan sekadar prestasi pribadi, melainkan hasil kerja bersama seluruh pihak yang mendukungnya.
“Perasaan saya tentu senang sekali bisa membawa nama Kota Palangka Raya. Ini menjadi kebanggaan bagi saya dan rekan-rekan,” ungkap Maulida, Jumat (27/03/2026).
Dari situlah muncul ide untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis digital yang lebih luas jangkauannya. “Saya berpikir ini bisa dipakai lebih jauh lagi, siapa saja bisa download. Jadi saya memang ingin memotret ke Play Store,” sebutnya.
Ia menjelaskan bantuan proses pembuatan aplikasi dilakukan secara mandiri tanpa pihak ketiga. Berbekal kemampuan otodidak, ia mengubah platform Google Sites menjadi aplikasi yang siap diunggah ke Play Store. “Saya yang menjadi developernya. Biasanya orang harus mencari developer tapi saya usahakan sendiri, meski dengan segala keterbatasan,” sambung Maulida.
Baca juga: Aplikasi Rumah Pendidikan Banggakan Indonesia Diajang Kejuaraan Dunia. Ini Layanannya!
Math Galaxy sendiri lahir dari kebutuhan nyata di lapangan. Maulida yang harus menempuh perjalanan jauh sekolahnya ingin memastikan siswa tetap bisa menuju belajar mandiri sebelum masuk kelas. Ia menerapkan konsep pembelajaran flipped class, di mana siswa mempelajari materi terlebih dahulu melalui aplikasi, kemudian mendiskusikannya di sekolah.
“Aplikasi ini memang saya rancang untuk pembelajaran mandiri. Siswa bisa langsung belajar dan di sekolah tinggal kita bahas apa yang belum dipahami,” jelasnya.
Keunggulan lain dari Math Galaxy terletak pada kontennya yang lengkap dan kontekstual. Bukan sekadar media belajar biasa, Maulida merancang aplikasi tersebut sebagai sarana pembelajaran mandiri yang interaktif, bahkan dikemas menyerupai permainan. Di dalamnya terdapat materi pembelajaran, video, latihan soal interaktif, hingga lembar kerja berbasis lingkungan lokal Tumbang Tahai. Pendekatan ini dinilai mampu meningkatkan motivasi belajar siswa karena terasa lebih dekat dengan kehidupan mereka.
Maulida menambahkan ke depan aplikasi tersebut akan terus dikembangkan dengan materi lain, termasuk untuk persiapan Olimpiade Sains Nasional (OSN) dan Tes Kemampuan Akademik (TKA), sejalan dengan pengalamannya dalam menyusun konten pembelajaran digital.
Diketahui, aplikasi tersebut sebenarnya telah melalui tahap uji coba sejak tahun 2025. Namun, proses rilis sempat tertunda karena harus melalui berbagai tahapan penilaian dan pembaruan sistem. Maulida menyebut, setelah melakukan upgrade, aplikasinya langsung mendapat persetujuan dalam waktu singkat. “Baru saja saya rilis. Setelah upgrade dalam sehari langsung ACC dan sudah bisa di download,” katanya.
Meski dikerjakan secara mandiri, inovasi Maulida mendapat dukungan dari Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya. Saat ini, aplikasi tersebut mulai disosialisasikan kepada sekolah-sekolah lain agar dapat dimanfaatkan secara lebih luas. “Tadi dari dinas sudah mulai share ke grup dan disosialisasikan. Sangat didukung,” katanya.
Selain dukungan moril, ia juga telah mendapatkan bantuan fasilitas berupa laptop untuk mendukung pengembangan inovasinya ke depan. Namun demikian, ia menyadari bahwa perjalanan pengembangan aplikasi ini masih panjang.
(jawapos.com)

![Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan [PMK] Pratikno](https://mu4.co.id/wp-content/uploads/2026/03/IMG_7831-300x200.jpeg)

![Iran Siap Kenakan Tarif Kapal di Selat Hormuz [Foto: Ilustrasi mu4.co.id]](https://mu4.co.id/wp-content/uploads/2026/03/IMG-20260323-WA0001-300x200.jpg)











