Media Utama Terpercaya

25 Maret 2026, 20:25
Search

Wakil Ketua Komisi X DPR Kritik Wacana Sekolah Daring April 2026, Minta Pemerintah Kaji Ulang

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Print
Sekolah Daring April 2026
Wakil Ketua Komisi X DPR Kritik Wacana Sekolah Daring April 2026 [Foto: Ilustrasi mu4.co.id]

Jakarta, mu4.co.id – Wakil Ketua Komisi X DPR RI, My Esti Wijayanti mengkritik rencana pemerintah mengenai pemberlakuan kegiatan belajar secara daring bagi siswa sekolah pada April 2026, untuk menghemat energi akibat konflik di Timur Tengah.

Esti menegaskan berkaca dari pengalaman COVID-19,  strategi pembelajaran daring kurang efektif bagi siswa sekolah. Ia menjelaskan ada dampak pembelajaran dilakukan, seperti kemampuan anak dalam menyerap materi pelajaran, kedisiplinan, pembentukan karakter, kendala teknologi, dan lain sebagainya.

“Kita semua tahu sistem tersebut meninggalkan problem yang tidak sederhana bagi dunia pendidikan kita,” kata Esti, Selasa (24/03/2026).

Karenanya, Esti meminta kepada pemerintah agar mengkaji ulang wacana kebijakan tersebut.

Baca juga: Kurangi Mobilitas, Pemerintah Dorong WFA dan Sekolah Daring Mulai April 2026!

Ia juga menjelaskan bahwa salah satu dampak dari pembelajaran jarak jauh semasa pandemi COVID-19 adalah learning loss, yakni fenomena yang memunculkan keadaan ketika peserta didik malas belajar dan cenderung melupakan sekolahnya. Kemampuan kognitif pelajar yang semakin menurun pasca kebijakan pembelajaran daring.

“Ini terlihat dari beberapa hasil pemantauan tumbuh kembang anak di Indonesia,” tegasnya.

Selain itu,  sistem pembelajaran jarak jauh juga menimbulkan dampak pada aspek psikologis, dan kesehatan fisik anak. Oleh karena itu, ia mendorong pemerintah mencari solusi lain dalam mengantisipasi dampak kondisi global. Dirinya pun menegaskan pendidikan anak-anak tidak boleh dikorbankan karena dapat menyebabkan dampak berkepanjangan.

“Pasti masih ada langkah alternatif terbaik untuk mengatasi persoalan perekonomian imbas kemungkinan naiknya harga minyak karena kondisi global dunia,” pungkasnya.

(jpnn.com)

[post-views]
Selaras