Islam Itu Indah, Edisi 29 Ramadan 1447 H
Banjarmasin, mu4.co.id – Bulan Ramadan 1447 Hijriah segera berakhir. Untuk menyempurnakan ibadah puasa ramadan, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam mengajarkan umatnya untuk mengerjakan puasa sunnah 6 hari di bulan Syawal. Lantas apa keutamaannya?
Anjuran tersebut didasarkan sebagaimana diriwayatkan dari Abu Ayub Radhiyallahu anhu berkata bahwasanya Rasulullah bersabda:
من صام رمضان ثم أتبعه ستا من شوال كان كصيام الدهر
Artinya “Barangsiapa puasa bulan Ramadan kemudian diikuti dengan puasa enam hari di bulan Syawwal maka seperti dia puasa setahun” (HR. Muslim).
Baca juga: Islam Itu Indah 28: Akhir Ramadan Jangan Lengah, Karena Amalan Dinilai dari Akhirnya
Keutamaan tersebut dijelaskan melalui perhitungan pahala yang dilipatgandakan. Setiap satu hari puasa dinilai sepuluh kali lipat. Dengan demikian, puasa Ramadan selama 30 hari setara dengan 300 hari, sementara enam hari di bulan Syawal setara dengan 60 hari. Jika dijumlahkan, keduanya mencapai 360 hari atau setara satu tahun penuh.
Caranya, setelah tunai puasanya 30 hari, tambah dengan 6 hari lagi di bulan Syawal. Maka itu sebanding dengan puasa selama setahun.
Betapa besar ganjaran pahala yang diberikan Allah Subhanahu wa ta’ala bagi orang yang menyempurnakan puasa ramadan dengan berpuasa 6 hari di bulan Syawal. Wallahu a’lam Bisawwab.
Dengarkan Program “Islam Itu Indah” Edisi Ramadhan, setiap hari hanya di Radio Suara Al Jihad Banjarmasin, FM 105,1 Megaherzt.














