Teheran, mu4.co.id – Seorang pejabat senior Iran mempertimbangkan untuk mengizinkan sejumlah terbatas kapal tanker minyak melintas di Selat Hormuz, namun dengan syarat transaksi yang diperlukan menggunakan mata uang yuan Tiongkok, Jumat (13/03/2026).
Secara global, perdagangan minyak umumnya dilakukan menggunakan dolar Amerika Serikat. Namun dalam beberapa kasus, seperti minyak Rusia yang dikenai sanksi internasional, transaksi dilakukan menggunakan mata uang lain seperti rubel atau yuan.
Kemudian dalam beberapa tahun terakhir, China juga berupaya memperluas penggunaan yuan dalam perdagangan energi internasional, meskipun dolar AS masih menjadi mata uang cadangan utama dunia.
Baca juga: Pertamina Tegaskan Dua Tanker Masih Tertahan di Selat Hormuz, Isu Sudah Melintas Hoaks
Selat Hormuz sendiri merupakan salah satu jalur energi terpenting di dunia. Setiap hari, sekitar 20 juta barel minyak melintas melalui jalur tersebut, selain sekitar 20 persen dari perdagangan gas alam cair global.
Sebelumnya, United Nations memperingatkan bahwa pembatasan pengiriman melalui Selat Hormuz berpotensi menimbulkan dampak besar, termasuk terhadap operasi kemanusiaan di kawasan yang bergantung pada stabilitas jalur logistik energi dan transportasi laut.
Ketegangan di kawasan meningkat setelah Iran secara efektif menutup akses Selat Hormuz sejak 1 Maret, usai serangan gabungan oleh United States dan Israel terhadap wilayah Iran pada 28 Februari.
Konflik yang terus berkembang tersebut dilaporkan telah menewaskan sekitar 1.300 orang. Di antara korban yang dilaporkan tewas adalah Pemimpin Tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei. Sejak saat itu, ketegangan militer di kawasan Timur Tengah terus meningkat.
(liputan6.com)















