Media Utama Terpercaya

17 Maret 2026, 08:57
Search

Hilal Diprediksi Capai 3 Derajat, Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah Berpeluang Lebaran Bersamaan

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Print
salat ied
Ilustrasi salat ied. [Foto: Kampus Itah News]

Jakarta, mu4.co.id –  Berdasarkan perhitungan hisab yang dihimpun Tim Badan Hisab Rukyat (BHR) Kementerian Agama, Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah diperkirakan akan merayakan Lebaran pada hari yang sama. 

Berdasarkan hasil rekapitulasi, saat rukyatul hilal untuk penentuan 1 Syawal yang dijadwalkan pada 19 Maret, ketinggian hilal di beberapa wilayah diperkirakan sudah mencapai sekitar 3 derajat.

Tim Ahli BHR Kemenag Tuban, Kasdikin, menyebut beberapa daerah di wilayah barat Indonesia diprediksi memiliki ketinggian hilal lebih tinggi, seperti Medan, Aceh, Padang, dan Jambi.

“Jika melihat itu tentunya Lebarannya bisa bareng,” ungkap Kasdikin dikutip dari Fajar.co.id, Selasa (17/3).

Baca Juga: Prof. Tono Saksono Berikan Alasan Ilmiah Mengapa Awal Ramadhan 1447 H Jatuh pada 18 Februari 2026!

Meski demikian, kondisi tersebut belum sepenuhnya memenuhi kriteria yang disepakati dalam forum MABIMS (Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura). Dalam kesepakatan itu, awal bulan hijriah ditetapkan jika tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi atau jarak sudut bulan dengan matahari mencapai 6,4 derajat.

Kasdikin menjelaskan, meskipun tinggi hilal di beberapa wilayah sudah mendekati 3 derajat, nilai elongasinya masih belum memenuhi syarat.

“Karena meski ketinggian hilal 3 derajat, elongasinya belum sampai 6 derajat. Seperti di Medan elongasi hanya sekitar 5 derajat,” jelasnya.

Baca Juga: Hari Raya di Hari Jumat, Apakah Tetap Shalat Jumat?

Penetapan 1 Syawal masih menunggu hasil sidang isbat yang akan digelar pemerintah pada 19 Maret 2026. Pemerintah akan menentukan apakah menggunakan kriteria MABIMS secara penuh atau mempertimbangkan ketinggian hilal yang telah mencapai sekitar 3 derajat di beberapa wilayah.

Jika penetapan 1 Syawal hanya berdasarkan ketinggian hilal 3 derajat tanpa syarat elongasi MABIMS, maka Idulfitri berpotensi jatuh pada 20 Maret 2026 dan kemungkinan berlangsung bersamaan dengan Muhammadiyah yang telah lebih dulu menetapkannya.

Sementara itu, di wilayah Tuban, perhitungan menunjukkan ketinggian hilal saat rukyatul hilal diperkirakan belum mencapai 3 derajat. Karena itu, kepastian terlihat atau tidaknya hilal masih menunggu hasil pengamatan langsung pada 19 Maret 2026 mendatang.

(Fajar.co.id, Radar Tuban)

[post-views]
Selaras