Media Utama Terpercaya

26 Januari 2026, 17:31
Search

Begini Kronologi Hilangnya Pesawat ATR 42-500 Hingga Ditemukan Tim SAR!

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Print
Pesawat ATR 42-500
Pesawat ATR 42-500. [Foto: Kompas]

Makassar, mu4.co.id – Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memaparkan kronologi pesawat ATR 42-500 yang hilang kontak saat terbang dari Yogyakarta ke Makassar pada Sabtu (17/1). 

Pesawat bernomor PK-THT milik Indonesia Air Transport itu jatuh di puncak Gunung Bulusaraung, Pangkep, Sulawesi Selatan, sekitar 26,49 km dari Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar. Pesawat itu membawa 10 orang, terdiri dari 7 awak dan 3 penumpang dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Menhub Dudy Purwagandhi menjelaskan pesawat itu dicarter KKP pada Sabtu (17/1) pukul 08.08 WIB untuk misi pengawasan perairan Indonesia. Pada pukul 12.23 WITA, Air Traffic Control (ATC) Makassar Area Terminal Service Center atau MATSC mengarahkan pesawat mendekati Runway 21 Bandara Sultan Hasanuddin.

“Pukul 12.23 WITA, ATC mengidentifikasi pesawat tidak berada pada jalur pendekatan yang seharusnya dan memberikan arahan koreksi posisi kepada awak pesawat, serta menyampaikan instruksi lanjutan agar pesawat kembali ke jalur pendaratan sesuai prosedur,” ungkap Dudy dikutip dari CNN, Jum’at (23/1).

Baca Juga: Ponsel Co-Pilot ATR 42 Ditemukan, Data Smartwatch Tunjukkan Ribuan Langkah: Sinyal Farhan Masih Hidup?

Menhub Dudy menyebut komunikasi ATC dengan pesawat terputus sehingga fase darurat langsung dideklarasikan. AirNav dan MATSC lalu berkoordinasi dengan Basarnas, TNI-Polri, dan pemerintah daerah membentuk pusat krisis di Bandara Sultan Hasanuddin.

Operasi pencarian dimulai pada Ahad (18/1) pukul 06.15 WITA dengan mengerahkan drone TNI AU di kawasan Gunung Bulusaraung. Pada pukul 07.46 WITA, tim SAR menemukan serpihan jendela sebagai petunjuk awal, disusul tiga menit kemudian serpihan besar badan pesawat dan ekor.

“Pada pukul 10.05 WIB, konferensi pers dilaksanakan di bawah koordinasi Basarnas bersama unsur TNI, Polri, KNKT, Kementerian Perhubungan, Airnav, dan Operator Perdana Pembangunan,” lanjut Dudy.

Pada pukul 11.59 WITA, Posko Crisis Center Basarnas menerima laporan penemuan satu jenazah pria dan segera dilakukan evakuasi. Sore harinya, pukul 18.30 WITA, Dudy bersama Kepala Basarnas menggelar rapat koordinasi dengan seluruh pihak terkait untuk memantau operasi SAR.

Baca Juga: Pesawat Air India Berjenis Boeing 787 Dreamliner Bawa 242 Penumpang Jatuh, Hanya 1 Selamat!

Dudy menambahkan, Senin (19/1) seluruh unsur SAR kembali berkoordinasi di posko Kecamatan Ballocci, Sulawesi Selatan, lokasi terdekat dengan titik jatuh pesawat. Namun, cuaca hujan dan awan tebal sejak pagi hingga sore menghambat upaya penyelamatan.

Dudy menyebut lokasi kejadian memiliki medan sangat terjal dengan kemiringan sekitar 70–80 derajat, dengan kondisi licin dan diguyur hujan, sehingga menyulitkan proses evakuasi. Ia menambahkan, pada Senin (19/1) dilaporkan kembali ditemukan satu jenazah korban berjenis kelamin perempuan.

“Jadi saat ini dari pihak Basarnas telah menyiapkan lokasi yang disiapkan oleh Komandan Lanud Hasanuddin untuk menempatkan tempat untuk semua bagian-bagian dari pesawat yang akan dikumpulkan di Lanud Hasanuddin. Kemudian untuk proses identifikasi akan dilakukan oleh DVI dari Kepolisian Polda Sulawesi Selatan,” jelas Dudy.

Berdasarkan laporan Kepala Basarnas, sekitar 1.200 petugas dikerahkan untuk pencarian di lokasi kejadian. Sementara itu, penyebab kecelakaan masih menunggu hasil penyelidikan dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Hingga berita ini diturunkan pada Jum’at (23/1), tim SAR telah menemukan 9 dari 10 korban pesawat ATR 42-500. Dengan begitu, hanya tersisa satu korban yang masih dalam proses pencarian.

(CNN, Liputan6)

[post-views]
Selaras