Media Utama Terpercaya

1 Januari 2026, 18:25
Search

Rusia Sebut Ukraina Tembakkan 91 Drone ke Rumah Putin, Presiden Ukraina Bantah Sebut Rekayasa!

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Print
Rumah Putin Diserang
Rusia Sebut Ukraina Tembakkan 91 Drone ke Rumah Putin [Foto: bbc.com]

Novgorod, mu4.co.id – Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, melaporkan bahwa Ukraina telah menembakkan 91 pesawat tanpa awak jarak jauh ke rumah Presiden Vladimir Putin, di wilayah Novgorod, Ahad (28/12/2025).

“Mengingat kemerosotan total rezim kriminal Kyiv, yang telah beralih ke kebijakan terorisme negara, posisi negosiasi Rusia akan dipertimbangkan kembali,” kata Lavrov, tanpa menjelaskan lebih lanjut atau memberikan bukti atas pernyataan Rusia tersebut.

Sementara itu, Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, menyebut bahwa klaim Rusia tersebut adalah sebagai sebuah rekayasa sepenuhnya yang dirancang untuk merusak proses perdamaian. Ukrain.

Di samping itu, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, yang melakukan panggilan telepon dengan Putin, mengarahkan kritiknya kepada Ukraina. “Saya tidak menyukainya. Ini tidak baik. Anda tahu siapa yang memberi tahu saya tentang hal itu? Presiden Putin memberi tahu saya tentang hal itu. Ini adalah periode waktu yang sensitif. Ini bukan waktu yang tepat,” kata Trump.

Baca juga: Konflik Memanas! Yaman Umumkan Darurat Nasional, Perjanjian Keamanan dengan UEA Dibatalkan

Diketahui, Laporan Rusia itu datang pada momen penting dalam proses perdamaian. Ukraina mengatakan telah menyetujui 90% dari rencana perdamaian yang dirancang AS, termasuk masalah jaminan keamanan pasca-perang. Namun, masalah wilayah tetap belum terselesaikan. Rusia, yang telah memperoleh kemajuan di medan perang selama berbulan-bulan, berulang kali menolak rencana yang tidak memenuhi tuntutan maksimalisnya.

Sebagai informasi, Perang Rusia dan Ukraina terjadi sejak Februari 2022, yang digambarkan sebagai “operasi militer khusus” untuk mendemiliterisasi negara tersebut dan mencegah perluasan NATO.

Ukraina dan sekutu-sekutu Eropanya mengatakan perang tersebut adalah perebutan tanah yang tidak beralasan dan ilegal yang telah mengakibatkan gelombang kekerasan dan kehancuran. Perang Rusia dan Ukraina merupakan pertempuran terbesar dan paling mematikan di tanah Eropa sejak Perang Dunia II.
(cnbcindonesia.com)

[post-views]
Selaras