New York, mu4.co.id – Sebanyak 77 negara termasuk Indonesia melakukan aksi walk out dan absen saat Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyampaikan pidato di Sidang Umum PBB, New York, Amerika Serikat, Jum’at (25/9) dini hari WIB.
Berdasarkan data Israel, delegasi negara-negara tersebut meninggalkan sidang atau tidak hadir selama 41 menit pidato Netanyahu. Ia menanggapi aksi walk out tersebut dengan sinis, bahkan menyebut delegasi yang meninggalkan sidang sebagai pengecut.
Baca Juga: Indonesia Bersama 7 Negara Muslim Kecam Penolakan Israel atas Rencana Damai Gaza
“Jika masih ada pengecut moral yang belum meninggalkan ruangan ini, silakan lakukan sekarang. Terima kasih banyak,” ucap Netanyahu saat delegasi berjalan meninggalkan ruangan, dikutip dari CNN, Sabtu (26/9).
Aksi walk out tersebut merupakan bentuk protes dan penolakan diplomatik terhadap pihak atau isu tertentu.
Indonesia turut melakukan aksi tersebut sebagai bentuk penentangan terhadap pendudukan dan agresi Israel di Palestina, sekaligus menegaskan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina.
Baca Juga: Perang Belum Usai, Sudah 3 Tahun Warga Gaza Tak Bisa Tunaikan Ibadan Haji dan Kurban
Berikut merupakan 77 negara yang walk out dan absen saat PM Israel Benjamin Netanyahu pidato di Sidang Umum PBB, yakni:
Suriname, Tuvalu, Turkmenistan, Yaman, Mesir, Panama, Senegal, Palestina, Sudan, Tunisia, Turki, Venezuela, Antigua dan Barbuda, Belize, Kongo, Oman, Qatar, Arab Saudi, Tonga, Uzbekistan, Angola, Barbados, Kolumbia, Komoro, Dominika, Djibouti, Makedonia Utara, San Marino, Afrika Selatan, Somalia, Aljazair, Bangladesh, Brunei Darussalam, Brasil, Chile, Republik Demokratik Kongo (DRC).
Lebanon, Liberia, Eritrea, Republik Afrika Tengah, Libya, Mauritania, Yordania, Nikaragua, Madagaskar, Nigeria, Peru, Santo Lusia, Slovenia, Afganistan, Bahama, Bosnia dan Herzegovina, Botswana, Korea Utara, Eswatini, Suriah, Uganda, Pakistan, Lesoto, Bolivia, Spanyol, Kuba, Guinea Khatulistiwa, Iran, Kirgistan, Irak, Mozambik, Myanmar, Irlandia, Maladewa, Indonesia, Kuwait, Namibia, Malaysia, Guyana, dan Kenya.
(CNN)















