Media Utama Terpercaya

27 September 2026, 22:40
Search

Zulhas Sebut Koperasi Desa Merah Putih Jadi Tonggak Baru Pembangunan Desa. Termasuk Penyaluran Bansos dan Hasil Panen!

Facebook
X
WhatsApp
Telegram
Koperasi Desa
Koperasi Desa Merah Putih Akan Jadi Penyaluran Bansos dan Hasil Panen [Foto: Antara]

Jakarta, mu4.co.id – Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan), Zulkifli Hasan atau Zulhas menyebut Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai infrastruktur pemerintah pertama yang dirancang untuk memajukan desa. Menurutnya, program tersebut menjadi tonggak baru dalam sejarah Indonesia.

“Ini baru 80 tahun Indonesia merdeka baru sekarang pemerintah punya infrastruktur untuk membantu memajukan desa,” kata Zulhas, saat memberikan sambutan dalam Seminar Nasional KDKMP di kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, dikutip dari kemenkopangan.go.id, Kamis (16/07/2026).

Zulhas mengatakan KDKMP nantinya akan menjadi pusat penyaluran bantuan pemerintah yang selama ini telah berjalan. Mulai dari bantuan sosial (bansos) hingga bantuan alat pertanian nantinya akan disalurkan melalui KDKMP. Ia mengatakan keputusan tersebut dihasilkan dari ratas bersama Presiden Prabowo Subianto semalam.

“Saya memberi kabar gembira kepada saudara-saudara. Semalam kami sudah ratas dipimpin Bapak Presiden langsung. Langsung beliau yang pimpin. Salah paham mengenai Kopdes akan kita selesaikan. Apa itu Kopdes? Kopdes itu adalah infrastruktur pemerintah untuk apa? Seluruh nanti koperasi desa itu akan menjadi kantor tunggal, seluruh bantuan-bantuan pemerintah melalui Kopdes,” ujarnya.

Baca juga: Prabowo Sebut Koperasi Desa Merah Putih Akan Jadi Pusat Belanja Murah hingga Penyalur Subsidi

“Sudah diputuskan semalam. Apa itu? Satu, bantuan pemerintah itu ada bansos yang 10 kilo, PKH-PKH, bantuan tunai untuk desil 1, desil 2, itu semua melalui Kopdes. Kemudian beras SPHP, beras bantuan pangan, itu semua melalui koperasi desa. Bantuan alat-alat pertanian, traktor segala macam, semua melalui Kopdes,” tambahnya.

Selain itu, Zulhas juga mengatakan KDKMP juga akan berfungsi sebagai offtaker yang menyerap hasil panen petani maupun hasil tangkapan nelayan agar mereka tidak dirugikan akibat harga yang rendah.

“Dua, dia sebagai offtaker. Kalau nanti panen Saudara, petani-petani kita, kita sudah janji berpihak kepada rakyat petani Indonesia, nggak boleh tawar. Oleh karena itu, kalau petani panen harganya di bawah Rp 6.500, maka Koperasi Desa Merah Putih yang akan membeli. Tidak boleh petani dirugikan,” katanya.

“Jadi Saudara-saudara, itu yang kita perjuangkan. Kalau harga jagung di bawah standar, koperasi yang beli. Koperasi Nelayan Merah Putih, Kampung Nelayan Merah Putih, kalau harga ikan terlalu murah, nelayan dirugikan, Koperasi Nelayan Merah Putih yang akan beli. Tentu itu yang modal dasar, setelah itu akan banyak pengembangan-pengembangan lain,” pungkasnya.

[post-views]
Selaras