Banjarmasin, mu4.co.id – Data SiPongi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mencatat 21.734 titik panas (hotspot) terdeteksi di Indonesia. Jumlah tersebut naik 8.007 titik dibandingkan periode sebelumnya.
Data yang bersumber dari satelit Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA itu diakses pada Sabtu (29/8) pukul 11.37 WIB. Dari total hotspot, sebanyak 941 titik memiliki tingkat kepercayaan tinggi, 19.135 sedang, dan 1.658 rendah.
Tingkat kepercayaan hotspot dibagi menjadi tiga kategori, yakni rendah (0–29), sedang (30–79), dan tinggi (80–100). Semakin tinggi nilainya, semakin besar kemungkinan titik tersebut menunjukkan adanya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Dilansir dari databoks pada Senin (31/8), Kalimantan Tengah menjadi wilayah dengan titik panas terbanyak, yakni 9.761 titik, disusul Kalimantan Barat 5.538 titik dan Kalimantan Selatan 1.341 titik. Selanjutnya, Kalimantan Timur mencatat 1.330 titik, Sumatera Selatan 859 titik, Riau 307 titik, dan Jawa Timur 293 titik.
Perlu diketahui, hotspot bukan berarti jumlah kebakaran. Titik panas menunjukkan lokasi dengan suhu permukaan yang lebih tinggi dibandingkan wilayah sekitarnya.
Meski demikian, hotspot dalam jumlah besar dan terkonsentrasi di suatu wilayah dapat menjadi indikasi adanya karhutla. Karena itu, data satelit masih menjadi salah satu metode efektif untuk memantau kebakaran di wilayah yang luas.
(Data Boks)














