Media Utama Terpercaya

9 Juli 2026, 13:19
Search

Warga Aceh Patungan hingga Rp1 M untuk Perbaikan Jembatan Enang-Enang, Ini Respons Menteri PU dan Tindak Lanjut Pemerintah!

Facebook
X
WhatsApp
Telegram
Kondisi jembatan di Tajuk Enang-Enang
Kondisi jembatan di Tajuk Enang-Enang. [Foto: Majalah Lintas]

Aceh, mu4.co.id – Enam bulan setelah bencana yang melanda Aceh pada November 2025 yang merusak jalan nasional dan jembatan di Tajuk Enang-Enang, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, warga akhirnya bergotong royong memperbaiki akses tersebut. 

Mereka mengumpulkan dana hingga Rp1 miliar dengan mengerahkan alat berat untuk membersihkan material longsor, serta membangun jalur alternatif di titik yang sudah tidak bisa dilalui. Menurut inisiator perbaikan, Sahrial Abadi, seluruh dana berasal dari hasil swadaya masyarakat.

“Saat ini uang sejumlah Rp526.000.000 sudah terpakai, masih ada sisa sekitar Rp555.000.000 lagi yang belum terpakai nanti untuk pembangunan dinding penahan jalan, tempat ibadah dan fasilitas lainnya,” ujar Sahrial dikutip dari Kompas, Kamis (9/7).

Selain menggalang uang tunai untuk menyewa alat berat, warga juga menyumbangkan bahan bakar minyak untuk mendukung operasional perbaikan jalan.

Baca Juga: Baut Jembatan Bailey di Teupin Mane Diduga Dicuri, Gubernur Aceh Imbau Kesadaran Warga

Merespons hal itu, Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengapresiasi gotong royong warga yang membangun jembatan untuk menjaga akses transportasi. Namun, ia menegaskan pemerintah tetap bertanggung jawab memastikan infrastruktur tersebut memenuhi standar keamanan.

“Kita berterima kasih, pasti. Tapi, aksi swadaya itu belum cukup. Masih ada beberapa hal teknis yang harus kita tambahkan di sana (jembatan) agar memenuhi standar keamanan,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dalam kunjungannya pada Selasa (7/7), memastikan pemerintah akan membangun jembatan permanen sebagai akses utama ke kawasan Enang-Enang, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, senilai sekitar Rp700 miliar.

Proyek ini dijadwalkan mulai dibangun tahun depan dengan target penyelesaian sekitar tiga tahun. Meski demikian, Tito menegaskan jembatan swadaya yang dibangun warga tetap dipertahankan dan tidak akan dibongkar.

(Kompas)

[post-views]
Selaras