Media Utama Terpercaya

24 April 2026, 17:20
Search

Wali Kota Banjarbaru Lisa Turun Langsung, Pastikan Keberlanjutan Partisipasi Warga Kelola Sampah!

Facebook
X
WhatsApp
Telegram
Wali Kota Banjarbaru Lisa Turun Langsung Ke Masyarakat
Wali Kota Banjarbaru Lisa Turun Langsung Ke Masyarakat [Foto: Media Center Banjarbaru]

Banjarbaru, mu4.co.id – Wali Kota Banjarbaru, Hj. Erna Lisa Halaby kembali menegaskan arah kebijakan, pengelolaan sampah harus dimulai dari sumbernya yakni rumah tangga. Terlihat dalam kunjungannya ke RT 33 RW 07, Kelurahan Syamsudin Noor, Landasan Ulin, Kamis (23/04/2026).

Sejak Juli 2025, warga di sana menggagas program MARKISSA (Mari Kita Sedekah Sampah), sebuah gerakan kolektif yang mengubah sampah nonorganik seperti plastik menjadi bernilai ekonomi, yang tidak hanya menekan volume sampah, tetapi juga membuka peluang pemberdayaan warga.

Inovasi lain juga lahir melalui program SUSTER (Sumur Komposter Sanitasi). Dengan memanfaatkan sumur komposter sedalam satu meter, sampah organik diolah langsung di lingkungan menjadi material yang lebih bermanfaat, sekaligus mengurangi beban Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).

“Saya datang ke sini ingin memastikan bahwa semangat pengelolaan sampah dari sumber benar-benar hidup di tengah masyarakat. Apa yang dilakukan warga RT 33 ini adalah contoh nyata bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berinovasi. Justru dari kondisi seperti inilah lahir solusi yang berdampak langsung,” tegasnya, dikutip dari mediacenter.banjarbarukota.go.id, Kamis (23/04/2026).


Wali Kota Banjarbaru Lisa Turun Langsung Ke Masyarakat [Foto: Media Center Banjarbaru]

Baca juga: Revolusi Sampah Banjarbaru Dimulai dari Rumah, Warga Jadi Kunci Utama

Kunjungan tersebut difokuskan pada evaluasi sejauh mana gerakan pemilahan sampah di tingkat rumah tangga berjalan, sekaligus memastikan keberlanjutan program berbasis partisipasi warga. Ia menekankan bahwa perubahan perilaku membutuhkan proses, namun konsistensi akan menjadikannya budaya.

“Harus bergerak dari sekarang. Pemilahan sampah dimulai dari rumah. Ini bagian dari mendukung gerakan Indonesia asri dan membiasakan hidup sehat. Perubahan itu tidak mudah, tapi kalau dilakukan terus-menerus, lama-lama akan menjadi budaya,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua RT 33 RW 07, Yoni Setiawan, mengaku bangga atas kunjungan tersebut. Menurutnya, kehadiran wali kota menjadi bukti bahwa kerja nyata masyarakat tidak luput dari perhatian. Ia mengaku, kunjungan tersebut berlangsung tanpa persiapan khusus. Informasi diterima mendadak, namun seluruh aktivitas warga tetap berjalan apa adanya menunjukkan bahwa program yang dijalankan bukan sekadar pencitraan, melainkan telah menjadi kebiasaan.

“Suatu kebanggaan bagi kami didatangi seorang pemimpin. Ini menunjukkan bahwa ketika kita melakukan kebaikan secara konsisten, maka akan ada yang datang melihat dan menghargai apa yang kita lakukan,” ujarnya.

Selain di Landasan Ulin dan Liang Anggang, Wali Kota Lisa juga melanjutkan peninjauan ke Kecamatan Banjarbaru Selatan. Di Jalan Pandawa, Komplek Citra Berlian RT 03 RW 05, Kelurahan Guntung Paikat. Ia melihat langsung praktik penggunaan drum komposter oleh warga.

Kini, sebanyak 11 RT telah ditetapkan sebagai wilayah percontohan, dengan rencana ekspansi bertahap ke seluruh kawasan. Kebutuhan sarana seperti komposter, lodong, hingga sistem pemilahan dua ember per rumah juga mulai dipetakan berdasarkan usulan warga.

Kunjungan beruntun itupun menjadi pesan kuat bahwa transformasi pengelolaan sampah di Banjarbaru tidak lagi bertumpu pada sistem hilir semata, tetapi bergerak dari akar rumah tangga.

[post-views]
Selaras