Media Berkemajuan

14 Juni 2024, 10:51

Tanpa Malu, Israel Merampok Hingga Tangkap Staf Bulan Sabit Merah!

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Print
Israel dilaporkan culik staf medis dingga merampok Rumah Sakit. [Foto: news hub, palestinercs.org]

Khan Younis, mu4.co.id – Pada Jumat (9/2), pasukan Israel melakukan serangan ke Rumah Sakit Al-Amal di Kota Khan Younis di bagian selatan Jalur Gaza. Mereka menangkap delapan staf medis serta orang-orang yang sedang dalam kondisi terluka.

PRCS melaporkan bahwa pasukan Israel menghina, menginterogasi dan memukuli seluruh tim di rumah sakit tersebut. Mereka juga tidak memberikan makanan dan akses ke toilet kepada mereka.

Pihak tersebut menyebut bahwa pasukan Israel telah melakukan pencurian uang dari rumah sakit dan orang-orang yang berada di dalamnya, termasuk staf medis.

Baca Juga: Israel Mulai Bantai Rafah, Anak-anak Hingga Ambulance Dihajar!

Dilaporkan juga bahwa tentara telah menyita laptop dan sistem radio (VHF), satu-satunya alat komunikasi di tengah pemadaman jaringan komunikasi di Kota Khan Younis yang telah berlangsung selama sekitar satu bulan.

Pada Jumat pagi, PRCS melaporkan bahwa mereka telah kehilangan komunikasi total dengan tim mereka di Rumah Sakit Al-Amal. Mereka juga menyampaikan kekhawatiran mendalam tentang keselamatan tim di rumah sakit tersebut, serta korban luka dan pasien.

Baca Juga: Israel Krisis Senjata, Dua Negara Ini Hentikan Pasokan Amunisi

Pada Sabtu (10/2), Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, menyerukan kepada militer Israel untuk membebaskan tenaga kesehatan dan pasien yang ditahan dari Rumah Sakit Al-Amal. 

“Kami mendesak pasien dan para pekerja medis dilepaskan segera. Pekerja medis, pasien, dan fasilitas (kesehatan) harus dilindungi sepanjang waktu,” tulis Tedros di akun X-nya.

Menurut laporan Aljazeera, Kementerian Kesehatan Gaza, 117 warga Palestina telah tewas, dan 152 lainnya luka-luka dalam kurun waktu 24 jam terakhir.

Serangan Israel juga menyebabkan 85 persen penduduk Gaza terpaksa menjadi pengungsi, di tengah kelangkaan makanan, air bersih, dan obat-obatan. Selain itu, PBB memperkirakan bahwa 60 persen infrastruktur di wilayah tersebut mengalami kerusakan atau hancur.

Sumber: CNN Indonesia

[post-views]
Selaras
error: Content is protected !!