Media Utama Terpercaya

2 April 2026, 18:46
Search

Susu UHT Tiba-Tiba Langka, Disebut Diborong MBG, BGN Buka Fakta Sebenarnya

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Print
Susu UHT Tiba-Tiba Langka
Susu UHT Tiba-Tiba Langka [Foto: Ilustrasi mu4.co.id]

Kendari, mu4.co.id – Kelangkaan susu UHT (Ultra High Temperature) dan full cream mulai dirasakan masyarakat di Kota Kendari dan Kota Raha, Sulawesi Tenggara, selama periode Ramadan 2026.

Warga mengaku kesulitan menemukan berbagai merek susu UHT dan full cream yang biasanya mudah didapat, seperti Frisian Flag, Ultra Milk, Indomilk, Diamond, hingga Greenfields. Berdasarkan pantauan, Jumat (27/03/2026), salah satu toko ritel terbesar di Kota Kendari, Toko Damai, yang biasanya menyediakan berbagai varian susu UHT, kini mengalami kekosongan stok.

Kelangkaan itupun turut berdampak pada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya sektor F&B (Food and Beverage). Salah satu coffee shop di Kota Raha, Kopi Sora, terpaksa menghapus sejumlah menu signature yang menggunakan susu UHT karena kelangkaan bahan baku susu.

“Maaf sementara semua yang menu kopi pakai susu tidak ada. Kalau mau adanya yang non susu. Stok susu kita habis. Kosong semua di sini. Biasanya kita stok banyak. Pas stok habis, yang jual juga tidak ada. Jadi kita tawarkan dulu menu yang non susu sementara ini,” ujar owner Kopi Sora, Ega, Rabu (25/03/2026).

Selain berdampak pada variasi menu, kondisi tersebut juga berpotensi memengaruhi omzet, terutama bagi usaha yang mengandalkan minuman berbasis susu.

Baca juga: Wacana MBG Dipangkas Jadi 5 Hari Untuk Ini!

Salah satu pengusaha UMKM jalanan di Kendari, Taufan, juga mengaku kesulitan mendapatkan stok susu full cream di toko maupun distributor langganannya selama kurang lebih satu minggu pada Maret 2026.

“Pertengahan bulan puasa sampai mendekati Lebaran itu kosong. Merek yang biasa saya pakai, Diamond Milk UHT, saat kami hendak berbelanja di toko grosir, baik Indogrosir maupun toko grosir lainnya, semuanya kosong,” ujarnya, Rabu (25/03/2026).

Menurutnya, kelangkaan susu full cream diduga karena banyaknya stok yang terserap untuk kebutuhan program makanan bergizi gratis (MBG). “Sudah dihabiskan untuk MBG. Bahkan merek lain juga kosong. Kami sudah tanya ke distributor, katanya stok diborong untuk kebutuhan MBG,” ungkapnya.

Menaggapi hal tersebut, Koordinator Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Regional Sultra, Maharanny Puspaningrum, menjelaskan bahwa susu bukan termasuk komponen wajib dalam program MBG. Namun, karena tingginya antusiasme masyarakat untuk menerima susu, komponen tersebut tetap diupayakan untuk diberikan kepada para penerima manfaat.

“Terkait penggunaan susu ini, pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) sudah menyampaikan secara umum bahwa susu bukan komponen wajib dalam MBG. Namun, karena besarnya antusiasme masyarakat untuk menerima susu dalam pelayanan MBG, maka tetap diupayakan untuk diberikan, meski bukan sebuah kewajiban,” katanya, Jumat (27/03/2026).

Selain itu, pihaknya juga tidak memiliki kewenangan untuk mengatur pembelian susu full cream dalam jumlah besar. Namun, berdasarkan informasi yang diterimanya, distributor kini mulai memberlakukan pembatasan pembelian. “Kami menyesuaikan dengan ketersediaan stok. Sejauh sepengetahuan kami, distributor juga sudah mulai memberlakukan pembatasan pembelian susu,” tambahnya.

Pihaknya menyebut telah berkoordinasi dengan para pelaku industri susu, baik skala besar maupun kecil, guna mengatasi persoalan tersebut, di antaranya dengan mendorong produsen meningkatkan jumlah produksi. “Untuk pembahasan lebih spesifik ini menjadi ranah pusat. Informasi yang sudah disampaikan adalah produsen akan meningkatkan jumlah produksi,” pungkasnya.

(kendariinfo.com, lajur.co)

[post-views]
Selaras