Media Utama Terpercaya

21 Agustus 2026, 19:43
Search

Sungai Mahakam Surut, Kekeringan Ganggu Transportasi dan Picu Harga Kebutuhan Naik

Facebook
X
WhatsApp
Telegram
Potret Sungai Mahakam yang mengering
Potret Sungai Mahakam yang mengering. [Foto: RRI, Kumparan]

Kalimantan Timur, mu4.co.id – Musim kemarau yang melanda Kalimantan Timur mulai berdampak pada kondisi Sungai Mahakam. Memasuki Agustus 2026, permukaan air sungai terlihat surut hingga hamparan pasir mulai muncul di sejumlah titik.

Kondisi ini juga memengaruhi habitat pesut Mahakam. Saat permukaan air menurun, pesut harus mencari alur sungai yang masih cukup dalam untuk bergerak dan mencari ikan.

Kekeringan yang berlangsung hampir sebulan juga membuat Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu menetapkan status siaga darurat sejak 19 Agustus 2026. Status tersebut diberlakukan selama sepekan karena kekeringan mulai mengganggu distribusi kebutuhan pokok dan akses transportasi masyarakat.

Baca Juga: Bendung Katulampa Mengering Akibat Kemarau Panjang, Tinggi Air Capai 0 Sentimeter

Kepala Pelaksana BPBD Mahakam Ulu, Agus Darmawan, mengatakan dampak kekeringan semakin dirasakan warga, terutama di beberapa kecamatan yang memiliki akses transportasi cukup sulit. 

“Karena kondisi ini sudah cukup panjang dan berdampak kepada masyarakat, pemerintah menetapkan status siaga darurat mulai 19 Agustus. Untuk sementara status ini berlaku satu minggu ke depan dan akan kami evaluasi sesuai kondisi,” ujar Agus, dikutip dari Kumparan, Jum’at (21/8).

Surutnya Sungai Mahakam juga membuat kapal besar tak lagi bisa melintas di sejumlah titik. Masyarakat, terutama di Long Apari dan Long Pahangai, terpaksa mengandalkan perahu kecil karena akses jalan darat masih terbatas.

Kondisi ini turut menghambat distribusi dan mendorong kenaikan harga kebutuhan pokok. Harga beras 25 kilogram yang sebelumnya sekitar Rp600 ribu kini mencapai Rp1 juta, sementara Pertalite di wilayah tertentu bisa menembus Rp35 ribu per liter.

Baca Juga: Ikhtiar Hadapi Kemarau, Ratusan Siswa Sekolah Muhammadiyah di Lingkup PCM Banjarmasin 4 Gelar Salat Istisqa’ di Masjid Al Jihad Banjarmasin 

“SPBU juga terbatas dan perjalanan menuju wilayah tersebut cukup sulit. Jadi ada keterlambatan distribusi yang kemudian berpengaruh terhadap harga,” jelas Agus.

Pemkab Mahakam Ulu menyiapkan bantuan kebutuhan pokok dan menggelar gerakan pangan murah. Namun, keterbatasan akses distribusi masih menjadi kendala utama. 

Status siaga darurat diharapkan memperkuat koordinasi pemerintah untuk memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi.

Sementara itu, menurut laporan terbaru pada Jum’at (21/8), debit Sungai Mahakam yang terus menyusut akibat kemarau membuat air laut mulai masuk ke kawasan muara. Namun, kondisi tersebut masih dipengaruhi pasang surut dan belum berdampak pada pengambilan air baku untuk PDAM. 

(Kumparan, Detik News, Arus Bawah)

[post-views]
Selaras