Media Utama Terpercaya

1 September 2026, 20:14
Search

Sosok Ario Soejono, WNI yang Pernah Jadi Menteri Belanda, Pertama dalam Sejarah!

Facebook
X
WhatsApp
Telegram
Ario Soejono
Seorang WNI Pernah Jadi Menteri Belanda [Foto: Ilustrasi mu4.co.id]

Jakarta, mu4.co.id – Seorang warga Indonesia asal Tulungagung, Ario Soejono, pernah diangkat menjadi menteri di Belanda, dalam kabinet Perdana Menteri Belanda, Pieter Sjoerd Gerbrandy pada 6 Juni 1942.

Pengangkatan itupun menjadi momen bersejarah sebab untuk pertama kalinya seorang Indonesia masuk dalam pemerintahan Belanda. “Saat bersejarah, karena sekarang untuk pertama kalinya seorang putra bangsa Indonesia menjadi anggota pemerintahan Belanda,” kata Gerbrandy, dikutip dari cnbcindonesia.com, Selasa (01/09/2026).

Menurut Harry A. Poeze, peneliti dan penulis senior asal Belanda, dalam bukunya “Di Negeri Penjajah: Orang Indonesia di Negeri Belanda, 1600-1950 (2008)”, pengangkatan Soejono dimaksudkan untuk menekankan adanya ikatan nasib antara Belanda dan Indonesia.

Namun, jabatan tersebut bukan posisi menteri dengan departemen tertentu. Soejono menjabat sebagai menteri tanpa departemen. Karena itu, pengangkatannya dapat dilihat sebagai upaya pemerintah Belanda memasukkan orang Indonesia ke dalam koalisi pemerintahan.

Baca juga: Ternyata Belanda Tidak Menjajah Indonesia Selama 350 Tahun, Begini Faktanya!

Soejono sendiri lahir di Tulungagung, Jawa Timur, pada 31 Maret 1886 dari keluarga yang berada. Ayahnya merupakan Bupati Tulungagung. Ia kemudian berkarier di pemerintahan hingga menjadi Bupati Pasuruan pada 1915-1927 dan anggota Volksraad, lembaga perwakilan pada zaman kolonial, pada periode 1920-1930.

Ketika Jepang menyerbu Hindia Belanda pada 1942, Soejono melarikan diri ke Australia bersama sejumlah pejabat Belanda sebelum kemudian menuju London. Di kota tersebut, ia bergabung dalam kabinet Gerbrandy sebagai menteri tanpa departemen.

Meski berada dalam pemerintahan Belanda, Soejono justru menggunakan posisinya untuk menyuarakan kepentingan Indonesia. Ia mendorong agar masyarakat Indonesia diberi kesempatan menentukan masa depan dan hubungan ketatanegaraan dengan Belanda setelah perang.

Namun, pandangannya tidak mendapat dukungan dari Gerbrandy dan anggota kabinet lainnya. Soejono tetap menyuarakan kepentingan Indonesia hingga akhirnya meninggal dunia di London pada 5 Januari 1943. Namanya kemudian tercatat dalam sejarah sebagai orang Indonesia pertama yang duduk dalam pemerintahan Belanda.

[post-views]
Selaras