Media Berkemajuan

25 Mei 2024, 06:08

Siswa SMAN 5 Banjarmasin Ciptakan Karya Canggih Untuk Deteksi Kesuburan Tanah

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Print
Siswa SMAN 5 Banjarmasin tampilkan hasil karya mereka. [Foto: Banjarmasinppost.co.id]

Banjarmasin, mu4.co.id – SMAN 5 Banjarmasin melaksanakan kegiatan pagelaran hasil karya proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila untuk kelas X, XI, dan XII, di halaman SMAN 5 Banjarmasin, Kamis (14/12).

Kegiatan ini mengangkat tema ‘Meraih Mimpi Kita’.

Ada tiga tema pokok yang ditampilkan oleh para siswa, yakni kearifan lokal untuk siswa kelas X dengan sub topik kuliner khas Banjar. Untuk kelas XI tema yang digunakan adalah Bangunlah Jiwa Raga dan sub topik berupa Tampilan Kreasi, Permainan dan Lainnya. Sementara Kelas XII dengan tema umum yakni Rekayasa Teknologi.

Baca juga: Mantap! Lagi-lagi Banjarmasin Sabet Penghargaan, Kali Ini Penghargaan Kota Sangat Inovatif

Para siswa pun menampilkan hasil karyanya, dari masakan khas Banjar hingga teknologi untuk memeriksa kesuburan tanah.

M. Fadhil Azkiya salah seorang siswa SMAN 5 Banjarmasin yang turut serta dalam proyek rekayasa teknologi itu mengatakan pihaknya membuat alat deteksi kesuburan tanah.

Alat ini berupa lampu dan colokan listrik. Jika tanahnya subur maka lampu akan menyala, tetapi jika tidak, maka lampu tidak akan menyala. Lampu tersebut akan menyala sesuai dengan indikator kesuburan.

Fadhil mengatakan, ide ini berasal dari rekannya bernama Bagas Prata yang juga anggota kelompoknya dalam kegiatan praktikum rekayasa genetika.

Ia menyebut, jika ibunda Bagas sering kesulitan mencari tanah yang bagus untuk tanaman. Ditambah, tidak semua tanah bisa digunakan untuk tanaman meski bentuk dan warnanya serupa.

“Tanah yang bagus maka akan menghantarkan listrik. AKhirnya kami menggunakan metode ilmu fisika,” katanya.

Dalam pengerjaannya pun timnya menghadapi trial and error.

“Sempat ada kesalahan sebelum bisa digunakan seperti sekarang. Kami dua bulan membuatnya. Sempat ada korsleting,” katanya.

Ia menyebutkan, kalau tanah subur indikasinya bisa dilihat dari kemampuan tanah menghantarkan arus listrik. Karena hambatan di tanah cukup rendah. Sedangkan tanah yang gersang akan memiliki hambatan yang tinggi. 

Sementara itu, Kepala SMAN 5 Banjarmasin, Mukhlis Takwin mengaku bangga dengan karya yang dibuat oleh siswa SMAN 5. 

“Alat yang bisa mendeteksi kesuburan tanah, ini luar biasa,” ujarnya. 

Ia menyebut satu ciri dari pelaksanaan kurikulum merdeka ini adanya pembelajaran kurikulum dengan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). 

Baca juga: Banjarmasin Jadi Daerah Jawara Belajar, Walikota: Hasil Jerih Payah Tenaga Pendidik

Lebih lanjut, ia berpesan agar jangan terbuai dengan hasilnya. Karena yang diutamakan adalah proses. 

“Tapi saya lihat bahwa apa yang telah ditampilkan siswa pada hari ini sudah melalui prosesnya,” katanya. 

Kepala Bidang Pendidikan SMA Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Selatan, Daryanto yang juga berhadir pada kegiatan tersebut juga mengatakan jika kegiatan tersebut luar biasa. 

“Ini artinya P5 sudah mulai melekat. Apalagi SMAN 5 sebagai sekolah penggerak angkatan pertama bisa menjadi contoh untuk sekolah lain,” pungkasnya.

Sumber: Banjarmasinpost.co.id

[post-views]
Selaras
error: Content is protected !!