Palangka Raya, mu4.co.id – Inovasi cairan pemadam yang diberi nama “Shabodama” dikembangkan untuk membantu mengatasi kebakaran di lahan gambut yang sulit dipadamkan. Inovasi ini dikembangkan oleh Kabagwassidik Ditreskrimsus Polda Kalteng, AKBP Dr. Edia Sutaata, melalui riset dan uji lapangan bersama Universitas Palangka Raya.
Shabodama merupakan campuran cairan khusus dengan air dan dapat membantu mempercepat pemadaman, baik di lahan gambut maupun tanah mineral.
“Berdasarkan uji coba lapangan dan riset akademik yang telah ditempuh sejak tahun 2019, cairan ini memiliki sejumlah keunggulan komparatif dibandingkan metode konvensional,” ungkap Edia, dikutip dari detik kalimantan, Sabtu (5/9).
Shabodama diklaim dapat meresap lebih cepat sehingga membantu memadamkan api hingga ke bagian lahan yang terbakar. Cairan ini juga disebut lebih hemat air, dengan campuran 2 liter Shabodama dan 2.000 liter air mampu menghasilkan daya padam yang cepat dan luas.
Baca Juga: Hujan Turun Usai Kemarau Panjang di Kalsel, Warga Soroti Air Berwarna Kehitaman
Edia menyebut pengembangan Shabodama telah dilakukan sejak 2015 melalui riset dan uji coba di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah.
“Pengujian dan penerapannya antara lain dilakukan di Kabupaten Pulang Pisau ketika dirinya menjabat Waka Polres Pulang Pisau, kemudian di Palangka Raya, Sampit hingga Pangkalan Bun,” ucapnya.
Pengalaman menangani karhutla mendorong Edia terus mengembangkan Shabodama, terutama untuk lahan gambut yang menyimpan bara di bawah permukaan dan membutuhkan banyak air saat dipadamkan. Cairan tersebut juga telah dikirim untuk diuji coba dalam penanganan karhutla di Riau.
Edia berharap Shabodama dapat menjadi alternatif dalam memperkuat pemadaman karhutla. Namun, penggunaannya tetap perlu melalui pengujian dan evaluasi untuk memastikan efektivitas, keamanan, serta dampaknya terhadap lingkungan.
(Detik kalimantan)















