Media Utama Terpercaya

1 Juni 2026, 13:53
Search

Rupiah Tertekan, Dollar AS Hampir Sentuh Rp 18.000. Ini Sebabnya!

Facebook
X
WhatsApp
Telegram
Niilai tukar rupiah ke dollar AS
Niilai tukar rupiah ke dollar AS. [Foto: AI/mu4.co.id]

Banjarmasin, mu4.co.id – Nilai tukar rupiah kembali berada di bawah tekanan setelah dolar Amerika Serikat (AS) nyaris menembus level Rp18.000 per dolar AS pada Kamis lalu (28/5/2026).

Berdasarkan data pasar, dolar AS sempat menyentuh posisi Rp17.949 sebelum bergerak di kisaran Rp17.850 per dolar AS. Penguatan mata uang Negeri Paman Sam tersebut terjadi di tengah meningkatnya ketidakpastian global dan tingginya kebutuhan dolar di dalam negeri.

Pengamat komoditas dan mata uang Ibrahim Assuaibi menjelaskan pelemahan rupiah saat ini dipicu kombinasi faktor eksternal dan domestik yang terjadi secara bersamaan.

Menurutnya, dari sisi global, pasar tengah mencermati memanasnya kembali hubungan Amerika Serikat dan Iran yang memicu kekhawatiran terhadap stabilitas kawasan Timur Tengah. Kondisi tersebut meningkatkan minat investor untuk menempatkan dana pada aset yang dianggap lebih aman, termasuk dolar AS.

Baca juga: Rupiah Melemah, Turis Malaysia Mengaku “Lebih Kaya” Berlibur ke Indonesia

Selain faktor geopolitik, ekspektasi bahwa Bank Sentral AS atau The Federal Reserve (The Fed) akan mempertahankan suku bunga tinggi dalam waktu lebih lama juga turut memberikan tekanan terhadap mata uang negara berkembang.

“Kondisi tersebut membuat arus modal asing cenderung keluar dari pasar negara berkembang, termasuk Indonesia,” kata Ibrahim dilansir dari detik, Ahad (31/5).

Sementara itu, dari dalam negeri, tingginya kebutuhan dolar untuk membiayai impor minyak, pembayaran dividen perusahaan, serta kewajiban utang yang jatuh tempo turut meningkatkan permintaan valuta asing.

Pelaku pasar juga masih mencermati kondisi fiskal nasional serta efektivitas sejumlah program pemerintah yang dinilai dapat memengaruhi kepercayaan investor terhadap perekonomian Indonesia.

Baca juga: BI Larang Travel Umrah-Haji Cantumkan Harga Paket dalam Dolar, Wajib Pakai Rupiah

Ibrahim menilai Bank Indonesia telah melakukan berbagai langkah stabilisasi melalui intervensi di pasar valuta asing. Namun, besarnya tekanan yang datang dari dalam dan luar negeri membuat ruang penguatan rupiah masih cukup terbatas.

“BI sudah melakukan intervensi semaksimal mungkin, tetapi tekanan pasar memang masih cukup besar,” katanya.

Dengan kombinasi sentimen global dan domestik tersebut, pergerakan rupiah diperkirakan masih akan menghadapi tekanan dalam waktu dekat, terutama jika ketegangan geopolitik dan penguatan dolar AS terus berlanjut.

Menurut pantauan reporter mu4.co.id di laman Trading Economics pada hari ini, Senin (1/6/2026), nilai tukar rupiah berada pada level Rp17.800 per dolar AS.

(Detik, Trading Economics)

Nilai tukar rupiah ke dollar AS pada Senin (1/6/2026). [Foto: Trading Economics]
[post-views]
Selaras