Jakarta, mu4.co.id – Presiden Prabowo Subianto menjamu Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier dan Ibu Elke Büdenbender dalam santap siang kenegaraan di Istana Negara, Jakarta, Senin (15/6).
Dalam sambutannya, Prabowo menegaskan Jerman merupakan mitra strategis bagi Indonesia, dengan kerja sama bilateral yang telah terjalin selama puluhan tahun dan memberikan manfaat bagi kedua negara.
“Jerman memiliki tempat istimewa bagi Indonesia. Selama 74 tahun, perhubungan diplomatik kita telah memberikan manfaat nyata bagi rakyat kita. Membuat Jerman menjadi salah satu mitra penting di Eropa,” ucap Presiden Prabowo dikutip dari Sekretariat Negara, Rabu (17/6).
Prabowo menyebut Jerman selama ini menjadi inspirasi bagi Indonesia dalam bidang inovasi, teknologi, disiplin, dan tata kelola institusi.
Baca Juga: Kunjungan Presiden Turki, Indonesia Lakukan Kesepakatan Kerja Sama Bangun Pabrik Drone!
Prabowo juga menegaskan bahwa Indonesia dan Jerman memiliki pandangan yang sejalan dalam mengutamakan penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi serta menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan.
“Presiden Steinmeier dan saya sependapat semua konflik harus diselesaikan melalui perundingan. Dan kita bekerja sama di bidang diplomasi untuk meningkatkan dan memastikan perdamaian dan stabilitas global,” ujarnya.
Sementara itu, Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier menyatakan kunjungannya ke Indonesia berlangsung di tengah meningkatnya berbagai konflik global, mulai dari perang di Eropa, ketegangan di Timur Tengah, hingga krisis kemanusiaan. Menurutnya, kondisi tersebut membuat kerja sama antara Indonesia dan Jerman semakin penting dan relevan.
Baca Juga: Jadi Komunitas Agama Terbesar Kedua, Muslim di Jerman Capai 5,5 Juta Orang!
“Saya kembali berkunjung ke sini karena dalam situasi ketika dunia terguncang oleh kekerasan di banyak kawasan. Kemitraan Jerman dan Indonesia menjadi sangat berarti,” kata Steinmeier.
Presiden Steinmeier menyatakan Indonesia dan Jerman memiliki komitmen yang sama dalam menjunjung hukum internasional dan prinsip Piagam PBB. Ia juga menyoroti pentingnya stabilitas kawasan Indo-Pasifik, dengan ASEAN sebagai pilar utama keamanan regional.
Menurutnya, Indonesia memegang peran strategis sebagai salah satu penopang stabilitas dan perdamaian di Asia Tenggara serta dalam memperkuat kerja sama kawasan.
“Indonesia merupakan faktor stabilitas penting di dalam kawasan ASEAN. Dan kami melihat Indonesia tidak hanya yakin akan peran itu, tetapi juga terus mengembangkan peran penting tersebut,” tutupnya.
(Sekretariat Negara, Berita Jatim)















