Media Utama Terpercaya

6 Agustus 2026, 22:49
Search

Pemprov Jateng Pertimbangkan Akhiri Kebijakan WFH ASN, Apa Alasannya?

Facebook
X
WhatsApp
Telegram
Pemprov Jateng Pertimbangkan Akhiri Kebijakan WFH ASN
Pemprov Jateng Pertimbangkan Akhiri Kebijakan WFH ASN [Foto: Ilustrasi mu4.co.id]

Semarang, mu4.co.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah mempertimbangkan untuk menghentikan kebijakan Work From Home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN).

Hal itu dilakukan usai harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax mengalami penurunan. Diketahui, saat ini harga Pertamax turun dari Rp 16.250 menjadi Rp 15.950 per liter mulai 1 Agustus 2026.

Di samping itu, jumlah ASN yang memanfaatkan WFH juga dinilai sedikit. Sekretaris Daerah Jawa Tengah, Sumarno mengatakan, tingkat pemanfaatannya WFH tergolong rendah yakni tidak sampai 4 persen dari total ASN di lingkungan Pemprov Jawa Tengah.

“Tapi ini kita masih buka, tapi realitanya mungkin enggak sampai 4 persen ya,” katanya, Selasa (04/08/2026).

Baca juga: Bagaimana Kelanjutan Kebijakan WFH Bulan Depan? Ini Keputusan Pemerintah!

Sebelumnya, sejak April 2026, Pemprov Jateng telah menerapkan kebijakan WFH bagi ASN setiap hari Jumat, sebagai tindak lanjut Surat Edaran Menteri Dalam Negeri (Mendagri) terkait pengaturan pola kerja ASN. Salah satu tujuannya untuk membantu efisiensi mobilitas ASN di tengah tingginya biaya transportasi akibat kenaikan harga BBM saat itu.

Mayoritas ASN yang memilih WFO juga mengatakan, berdasarkan hasil pemantauan, menunjukkan mayoritas ASN tetap memilih bekerja dari kantor atau Work From Office (WFO). “Kalau sebetulnya dari laporan teman-teman BKD, yang memanfaatkan WFH enggak banyak ya, banyak yang WFO. Nanti tinggal apakah mau kita teruskan atau nanti kita hentikan,” jelas Sumarno.

Melihat kondisi tersebut, Pemprov pun melakukan evaluasi terhadap keberlanjutan kebijakan WFH, dan hasil evaluasi akan segera diumumkan karena menyangkut pengaturan kerja puluhan ribu ASN di Jawa Tengah.

“Kalau enggak diumumkan kan hubungannya dengan teman-teman semua. Kita ada hampir 66.000 ASN di Jawa Tengah,” jelas Sumarno.
(kompas.com)

[post-views]
Selaras